hanamasa

Hanamasa - Mall Ambassador

6/28/2013 Soya Yanagawa 0 Comments

jalan-jalan dengan perut keroncongan memang sangatlah tidak dianjurkan. Hal itu akan membuat kita lemah dan tidak bertenaga. Oleh karena itu ada baiknya kita memulai dengan makan terlebih dahulu sebelum jalan-jalan menyelusuri tempat perbelanjaan.

Ketika melewati sebuah outlet restoran yang menyediakan makanan all you can eat, cukup menggiurkan. Terlebih lagi perut yang sedang berteriak untuk minta diisi. Tanpa basa basi, melangkahlah kaki menuju restoran yang bernama Hanamasa yang berada di Mall Ambassador.

Perlu diketahui, Hanamasa adalah sebagai pelopor dari restoran Jepang yang menggunakan konsep self service/swalayan di Indonesia. Hanamasa menyediakan dua jenis penyajian yakni yakiniku dan syabu-syabu. 

Restoran yang didirikan oleh Mr. Yashiro Ono yang memberikan restoran dengan self service ini diberi nama Hanamasa. Hana yang berarti bunga dan Masa yang berarti berkembang, dengan kata lain Hanamasa berarti bunga yang terus berkembang. Ternyata restoran dengan konsep swalayan itu diterima dengan sangat antusias oleh para konsumennya. Oleh karena itu, Mr. Yashiro Ono mengembangkan usahanya ke luar Jepang, yakni Mongolia, Korea, Cina dan akhirnya Indonesia. Restoran Hanamasa pertama di Indonesia dibuka di Jl. Mahakam pada tahun 1980an, kemudian tahun 1989 dibuka gerai di Kelapa Gading, di Bandung tahun 1990 dan terus berkembang sampai seperti sekarang.

Lokasi Hanamasa Restoran di Mall Ambassador terletak di lantai 1. Tepat berada di depan eskalator, sehingga tidak akan sulit menemukannya.





Seperti biasa, outlet dari Hanamasa ini sangat ramah untuk pengunjung. Dengan menggunakan dinding kaca yang membatasi area outlet, membuat pengunjung mall dapat mengintip ke dalam. Pencahayaan yang cukup terang dan jejeran bahan makanan yang cukup beragam itulah yang dapat membuat orang tergiur untuk bersantap di tempat ini.

Meja yang terbuat dari kayu dan terletak tempat memasak di tengahnya ini tersebar ke seluruh ruangan yang menggunakan warna merah dan hitam sebagai warna dominannya. lampu-lampu gantung yang cantik berjejer meramaikan suasana restoran. Mungkin karena jenis makanan yang diterima oleh mayoritas pengunjung, suasana yang menyenangkan dan makanan yang berlimpah, membuat restoran ini semakin banyak diminati dan semakin ramai dikunjungi pada waktu mulai siang.



Seperti yang dikatakan di atas, Hanamasa menyajikan hidangan berupa yakiniku dan syabu-syabu. Yakiniku adalah makanan yang di bakar sedangkan syabu-syabu adalah makanan yang berkuah. Panggangan untuk yakiniku sudah terpasang di tengah setiap meja, dan pramusaji akan membawakan sepotong lemak yang digunakan untuk minyak sebagai bakaran dan tidak lengket dengan bakarannya. Sedangkan untuk syabu-syabu, sang pramusaji akan membawanya ke meja anda. Tetapi, jika anda mau hanya makan di Yakinikunya saja, anda bisa mengatakan bahwa anda tidak memerlukan alat syabu-syabunya, sehingga meja anda akan terasa lebih luas dan lega.






Meja yang berisikan berbagai bahan makanan sudat tersedia di salah satu sisi bagian dalam restoran tersebut. Untuk bahan makanannyapun dipisahkan berdasarkan cara pemasakannya... pada bagian syabu-syabu kita bisa mendapatkan berbagai macam bakso, syomai, udang sayuran dan lainnya. kemudian untuk bagian yakinikunya, kita bisa memilih berbagai macam daging. Kita tinggal mengambil bahan makanan tersebut dengan capitan dan piring yang sudah disediakan, sesuai dengan selera dan porsi kita.

Selain bahan-bahan makanan tersebut, Hanamasa di Mall Ambassador ini juga menyediakan aneka makanan pembuka, penutup, minuman serta satu stand khusus yang menyajikan robatayaki. Robatayaki adalah makanan yang dimasak dengan di bakar (barbeque). Kalian harus coba chicken wingnya dan onigirinya.... karena saya sangat menyukai kedua makanan itu di stand robatayaki ini. Rasanya sangat gurih dan lezat.






Setelah mengambil bahan-bahan makanannya, kini saatnya kita memasak sendiri makanan kita. Hanamasa menyediakan 2 jenis saus tradisional Jepang yang bisa kita pakai dan kita minta tambah jika sudah habis. Saus itu adalah Niku Tare (Saus berwijen) dan Saus Soto Tare (Saus tanpa wijen).

Semua daging dimasukkan ke dalam saus yang ada wijennya, kemudian di masak. Setelah matang, kita mencelupkan ke saus tanpa wijen supaya rasanya semakin lezat.

Pengalaman yang selalu menyenangkan jika kita singgah ke Hanamasa ini adalah yang membuat kita merasa untuk berkunjung ke tempat ini di kemudian hari. Pelayanan yang sangat ramah dan cekatan, selalu ditemukan di Hanamasa ini. Piring-piring kotor akan segera di angkat dan bahan makanan yang habis akan segera di tambah. 

Untuk singgah ke tempat ini kita harus mengocek dompet sebesar Rp. 123.500,- ditambah dengan tax



Setelah kenyang, ternyata saya menemukan satu teori lagi, yakni jika hendak jalan-jalan... Jangan dengan perut penuh... karena membuat malas dan ingin segera pulang beristirahat.

Sekian review saya dari Hanamasa di Mall Ambassador. Samai berjumpa di review selanjutnya

Face book | Twitter | Instagram | Linkedin |

You Might Also Like

0 Comment: