Cafe Barbera

Cafe Barbera - Lippo Mall Kemang Village

12/14/2012 Soya Yanagawa 0 Comments


Café Barbera

Since 1870

Over 140 years of passion for coffee.

Café Barbera adalah salah satu café atau restoran yang telah buka di Mall Lippo Kemang Village. Lokasinya yang berada di lantau Upper Ground ini cukup strategis, karena Café Barbera ini berada di tengah-tengah mall, tepat di depan atriumnya. Sehingga, café ini dapat dengan mudah kita lihat dari lantai dasar. Selain itu, Café Barbera ini mempunyai pintu masuk dari luar yang menghadap jalan. Sehingga dari lobby pun kita bisa melihat lokasi Café Barbera ini



Logo Café Barbera yang berwarna merah ini dan dengan penulisan “Since 1870” inilah yang membuat saya langsung penasaran untuk menghampiri tempat ini dan menikmati secangkir kopi hangat. Tetapi, sebelum mereview makanan dan minumannya, ada baiknya kita mengetahui sejarahnya terlebih dahulu.

Café Barbera ini mengambil nama dari seseorang bernama Domenico Barbera yang berada di Messina, Italia pada tahun 1870. Beliau membuka kios kecil tempat menjual kopi dan rokok. Biasanya, Dominico Barbera ini memanggang kopinya di pemanggang kecil miliknya setiap hari, sehingga daerah itu akan semerbak tercium aroma kopinya.

Akhirnya, usaha Domenico Barbera ini berkembang dan semakin maju. Bahkan para pelanggan usahanya itu memberi julukan “The Magician” kepada Barbera. Kemudian, beliau juga memiliki pemanggang kopi baru dengan tenaga batu bara yang mampu memanggang 30 kilo biji kopi yang dinamakan “Tornado”

Domenico Barbera sang “Penyihir Kopi” ini meninggal dunia pada usianya yang ke-70 pada tahun 1903. Beliau mempunyai 2 orang anak laki-laki yang salah satunya meninggal karena gempa bumi yang dasyat pada tahun 1908.

Anak laki-lakinya yang bernama Antonio, melanjutkan usaha sang bapaknya. “The Coffee Magician” ini pun akhirnya berkembang dan semakin terkenal di Italia, khususnya di daerah Italia Selatan. Hal ini dikarenakan perhatian dan kepeduliannya untuk menjaga bahkan meningkatkan kualitas dari kopinya.

Walau sempat terkena imbas dari Perang Dunia Ke-2, karena kegigihan dari Antonio Barbera, beliau berhasil menghidupkan bisnisnya dan terus berkembang sampai akhirnya pada tahun 1947, bersama dengan putranya yang bernama Letterio mereka membuka pabrik baru di Naples.

Pembukaan pabrik kopi tersebut adalah sebuah gebrakan yang sangat sukses. Kopi di sana menjadi sebuah sejarah dan adat. Kemudian Letterio membuka cabangnya di Milan pada tahun 1951. Hal itu membuat pendistribusiannya menjadi lebih luas  dan tersebar di seluruh Italia, bahkan sampai keluar Italia, dan kini termasuk juga Indonesia.

Karena sebuah pejalanan panjang yang cukup membuat saya takjub inilah yang membuat saya merasa harus menuliskan sejarah singkat dari Café Barbera di review ini.



| Environment
Jika anda mendekati restoran ini, anda akan segera melihat bar di samping kiri dimana tempat untuk meracik dan membuat minuman-minumannya. Selain itu, terdapat pula etalase dengan berbagai jenis kue tart yang sangat menggiurkan.

Dinding pada Café Barbera ini menggunakan batu  bata yang di cat putih. Tidak hanya itu, mereka juga menghiasi dinting tersebut dengan berbagai macam bingkai yang beraneka bentuk, baik memuat segala jenis lukisan, foto ataupun cermin.

Suasana dari Café Barbera ini dipercantik dengan permainan lampu yang sangat indah. Sehingga suasana nyaman, tenang namun menyenangkan inilah yang langsung dapat dirasakan sewaktu anda memasuki tempat ini.

Untuk area bersantapnya, Café Barbera membaginya menjadi 2 area, yakni area untuk smoking dan non smoking. Untuk area non smokingnya, mereka menyediakannya di bagian dalamnya.

Ada sesuatu yang sangat menarik di area untuk bebas merokok ini, mereka mendekor salah satu dinding dengan dipenuhi bingkai-bingkai cantik dan tersusun sangat rapih. Kemudian di dinding lainnya mereka menggunakan dekorasi dengan menggunakan kayu. Tetapi, yang paling membuat tempat ini menjadi sangat menarik adalah jendela besar yang membatasi area luar dan dalam mall. Kita bisa melihat sejuknya pemandangan yang penuh dengan pohon dan terlihat sangat damai dan sejuk. Penentuan lokasi dan ketinggian yang sangat tepat membuat pemandangannya menjadi begitu memanjakan saya.

| Menu
Walau Café Barbera ini berasal dari sebuah penjaja kopi, tetapi kita bisa menemukan aneka makanan dari Italia, dan aneka minuman yang terlihat sangat menggiurkan.

Makanan-makanan yang disajikan di Café Barbera ini juga cukup beragam. Kita bisa menemukan aneka makanan untuk breakfast, sandwich, pizzas, pastas, starters, salads dan desserts dan beberapa jenis makana local seperti Nasi Goreng dan sup buntut.

Tanpa panjang lebar lagi, mari kita bahas makanan dan minuman yang saya pesan:




Spaghetti Aglio Olio IDR 68,000
Sebenarnya, Spaghetti Aglio Olio ini ada 3 macam, yakni Spaghetti Mushroom Aglio Olio IDR 68,000, Spaghetti Prawn Aglio Olio IDR 80,000, dan Spaghetti Salmon Aglio Olio. Tetapi, karena boss saya tidak menyukai jamur / udang / salmon, maka beliau meminta untuk mengganti jamurnya menjadi Smoke Beef. Beruntung Café Barbera mau menyediakannya dan menggantikan jamurnya menjadi smoked beef.

Warna kuning keemasan yang cantik dari spaghettinya di baur dengan smoked beef yang berwarna merah dan terakhir sebuah daun yang diletakkan di atasnya membuat penyajian makanan ini menjadi sangat cantik. Ditambah dengan piringnya yang asimetris membuatnya semakin indah.

Spaghetti-nya matang dengan sempurna. Selain iturasanya juga sangat lezat dan gurih. Bumbu-bumbunya meresap dan sangat cocok ketika di lidah. Walau pada awalnya seharusnya menggunakan jamur, smoked beef yang diberikan cukup melimpah dan membuat senyum puas terlihat di mulut kami yang mencicipinya.

Pepperoni Pizza IDR 75,000
Pizza yang cukup besar ini menggunakan beef pepperoni dan keju mozzarella yang sangat melimpah di bagian toppingnya. Roti dari pizzanya tipis dan garing. Pizza yang menggunakan saus tomat sebagai dasarnya ini terasa sangat lezat dan langsung diserbu oleh saya dan kawan-kawan, walau perut sudah kekenyangan.

Rasa asam dari tomat, ditambah dengan beef pepperoni yang gurih dan keju mozzarella yang asin tercampur sangat lezat di mulut. Café Barbera juga memberikan kita keju parmesan di dalam toples jika kita hendak menambah keju di toppingnya.


Cappuccino Italiano IDR 29,000
Minuman yang kami pesan adalah Cappuccino Italiano. Kopi espresso dari Italia dan ditambah dengan susu panas yang berupa foam ini terasa sangat lezat dan menyenangkan. Rasa dari kopi yang keras, dilembutkan dengan kelembutan foam susu yang lezat. Rasanya sangat menggoda dan membuat kita akan selalu teringat akan kelezatan cappuccino dari Café Barbera ini.

Untuk mengatur rasa manis, Café Barbera juga menyediakan sebuah wadah berisi aneka macam gula di meja, sehingga kita bisa mengatur kadar manis sesuai selera kita.



Espresso shakerato IDR 29,000
Espresso dari Italia yang di kocok (shake) ini juga sangat lezat. Penampilannya sangat cantik dengan gelas beling yang transparan. Sehingga kita bisa melihat adanya foam di atasnya yang terjadi karena kopi ini di kocok bukan di aduk. Kemudian di bagian atasnya diberikan biji kopi sebagai pecantik kopi dingin ini.

Rasanya sangat nikmat. Pada awalnya saya sudah mempersiapkan diri untuk meminum kopi yang asam. Biasanya, jika kopi hitam (espresso) yang disajikan dingin, maka rasa asamnya akan semakin terasa dan kuat. Akan tetapi, ketika menyeruputnya, kopi ini tidak memiliki keasaman. Saya paling menyukai kopi yang keasamannya sangat rendah, sehingga kopi dari Café Barbera ini sangat cocok di lidah saya.



Affogato IDR 29,000
Teman saya memesan Affogato. Affogato adalah sebuah minuman, yang prosesnya adalah dengan menuang espresso ke dalam sebuah gelas yang berisi es krim vanilla. Karena dingin dari es krim tersebut, walau sepanas apapun espresso yang dimasukkan, kita masih bisa menikmati aroma kopi, rasa khas dari kopi, juga kelezatan susu dan rasa vanilla dari es krimnya yang perlahan larut. Affogato ini sangat cocok bagi anda penyuka kopi yang tidak terlalu suka dengan kepahitannya. Karena selain rasa manisnya yang pas, serta tekstur lembut dari es krimnya ini memberikan sensasi tersendiri ketika anda memakannya.

Overall, pengalaman saya di tempat ini sangatlah menyenangkan. Ditambah telah mengetahui sejarah mengenai Café Barbera yang penuh dengan haru dan motivasi ini, membuat saya tidak sabar untuk kembali ke tempat ini dan menikmati kopi sambil melihat hujan dari jendela besar di Café Barbera.

Sampai jumpa di review selanjutnya.



Face book | Twitter | Instagram | Linkedin |

You Might Also Like

0 Comment: