Starbucks

Starbucks - City Walk

6/13/2012 Soya Yanagawa 0 Comments

Suatu ketika saya hendak bertemu dengan kakakku untuk nongkrong dan ngobrol. Hanya berbekalkan dengan pesan singkat, akhirnya singgahlah saya di Citywalk. Sempat bingung mau menunggu kakak saya di mana, tetapi karena tergiur akan kelezatan red velvet yang ditawarkan oleh Starbucks, akhirnya singgahlah saya ke temat ini.



| Location

Lokasi Starbucks tepat berada di sebelah pintu samping dari Citywalk. Jika diperhatikan, lokasi Starbucks hampir semuanya terletak di tempat-tempat yang strategis. Memang MAP mengusahakan agar outlet-outletnya berada di tempat yang mudah dilewati, dilihat dan dijangkau, biasanya berada di dekat pintu masuk.


| Environment


Untuk dekorasi, Starbucks mempunyai standarisasi yang kuat. Jadi jika kita berada di Starbucks, kita pasti akan merasakan getaran yang sama. Suasana yang ditawarkan oleh Starbucks adalah sebuah tempat tongkrong yang nyaman dan menenangkan. Biasanya, Starbucks akan memasang lagu-lagu yang menenangkan, akan tetapi pada saat ini di atrium dari Citywalk sedang ada band yang manggung. Karena smoking areanya berada di bagian luar dari Starbucks (tetapi masih berada di dalam mall) jadi kita bisa lihat langsung band yang bernyanyi.

| Food & Beverages






Coffee of The Day IDR 16,000
Seperti biasa aku memesan Coffee of the day-nya Starbucks. Ada berbagai cara untuk mengolah biji kopi yang sudah di giling. Ada dengan cara kopi tubruk, menggunakan coffee press, siphon dan lainnya… Tetapi untuk Coffee of the day dariStarbucks ini menggunakan proses drip brew coffee (makanya kadang hanya disebut drip coffee atau brew coffee doank)

Drip Brew Coffee biasa juga disebut filtered coffee. kenapa disebut sebagai kopi saringan, karena proses pembuatan drip coffee ini adalah dengan menaruh biji kopi yang sudah di giling itu di atas sebah saringan kertas, kemudian air dituang di atasnya sehingga air tersebut akan mengalir menurut gaya grafitasi dan masuk ke gelas setelah di saringan kertas.

Kalau gitu apa bedanya dengan coffee press (atauFrench Press)?
Bedanya, kalau kopi yang diolah dari coffee press lebih pekat dan lebih bervolume. Sedangkan kalau menggunakan drip coffee, hasilnya akan lebih halus dan lebih ringan. Karena saringan yang digunakan adalah saringan kertas, sehingga proses penyaringan dari ampas kopi lebih tersaring. Hanya saja, kekurangan dari proses drip coffee ini adalah kopinya yang sedikit encer dan wanginya yang sedikit berkurang. Itu semua dikarenakan proses saringan dengan kertas, sehingga beberapa esens dari kopi tersaring dan melekat di kertas saringannya.



Setelah beberapa lama menikmati lantunan lagu-lagu yang dibawakan sebuah band di atrium, kakakku datang dan langsung memesan minuman ini. Tetapi, karena dia bukanlah penggemar berat untuk kopi hitam, jadi dia menambahkan skim milk ke dalamnya dan 2 sachet gula putih, maka jadilah sebuah kopi susu.



Red Velvet Roll IDR 25,000
Selain kopinya yang saya sukai, inilah alasan kedua saya datang menunggu kakak saya di Starbucks. Red Velvet roll-nya Starbucks lezat dan menyenangkan. Red velvet yang di-roll dan diberi krim, pada bagian luarnya diberi krim dan ditaburi dengan kacang yang sudah dikaramelkan. 

Kacang yang dikaramelkan itulah yang membuat saya cukup tergila-gila dengan makanan ini. Sebenarnya, dari dulu saya merasa dessert di Starbucks yang enak hanyalah brownies espresso-nya sedangkan yang lainnya terkesan biasa…. Tetapi kali ini saya menjadi tergila-gila dengan makanan ini.



Chicken Vegetables Pie IDR 20,000
Berbeda denganku, karena minumannya sudah manis, ia memesan makanan ringan yang asin, jadi ia memesan chicken vegetables Pie. Pie ayam dari Starbucks ini cukup lezat. Dengan roti pie yang cukup renyah dan isinya yang sedikit berkrim membuat makanan ini menjadi teman yang cocok untuk sambil mengobrol dan menikmati hari.

Rasa dari krim ayam di dalamnya juga tidak membuat eneg. Rasanya cukup gurih dan cukup memuaskan.



Saya bersama kakak saya berbincang-bincang dan bercerita mengenai pekerjaan dan lainnya sampai kita lupa dengan waktu. Ternyata sudah pukul 10 malam. Setelah bersantai sejenak, akhirnya kami memutuskan untuk menyudahi perbincangan kita minggu ini. Sepertinya demikian pula review saya dari Starbucks Citywalk.

Sampai jumpa di review selanjutnya,

Cheers

You Might Also Like

0 Comment: