Liberica Coffee

Liberica Coffee - Pacific Place

6/14/2012 Soya Yanagawa 0 Comments


Pada awal Juni kemarin saya bersama kerabat kantor saya menyempatkan diri datang ke Pacific Place untuk melihat dekorasi di atriumnya yang memecahkan rekor MURI dengan menggunakan dekorasi kupu-kupu yang paling banyak. Setelah melihat-lihat, kami memutuskan untuk ngopi-ngopi sebelum kita pulang. Singgahlah kita ke sebuah tempat ngopi yang bernama Liberica Coffee

| Location
Lokasi Liberica Coffee cukup strategis. Berada di lantai 4 dan tepat berada di daerah atrium Pacific Place-nya. Sehingga, orang yang beralu lalang akan segera "ngeh" kalau ada tempat ngopi yang unik dan menyenangkan.


| Environment
Karena tinggi dari lantai ke langit-langit di Pacific Place itu cukup tinggi, maka Liberica Coffee membuat lantai mezzanine di atasnya. Selain memberikan tempat yang lebih banyak untuk menjamu para pengunjung, hal itu juga memberikan sebuah suasana yang unik dan menyenangkan. Jika anda orang yang praktis dan ingin menikmati pemandangan orang lalu lalang di mall, anda bisa menmpati tempat yang berada paling luar Liberica Coffee ini. Tetapi jika anda ingin yang sedikit lebih tenang dan nyaman, anda bisa memilih tempat di bagian dalam tepat di bawah mezzaninnya. Tetapi apabila anda ingin suasana yang lebih privasi, anda bisa memilih tempat di bagian atasnya.


Dekorasi dari Liberica Coffee bisa dikatakan sangan cantik. Dengan menggunakan permainan warna hitam dan dipadu dengan unsur kayu, membuat tempat ini terlihat sangat berkelas san menyenangkan. ditambah dengan permainan lampu dan typography pada stand memesan minuman menambah kemeriahan yang unik namun elegan untuk coffee shop ini.


Selain biji kopi yang dimasukkan ke ember kaleng dan timbangan sebagai dekorasinya, Liberica Coffee juga meletakkan sebuah rak yang berada di hampir sesluruh salah satu sisi coffee shopnya itu. Dengan menggunakan warna hitam sebagai rak-nya, maka minuman-minuman yang terpajang di rak itu terlihat begitu menonjol dan sangat cantik memeriahkan suasana kita nongkrong dan ngobrol.


Oh, jika anda memilih tempat menikmati makanan dan minuman di bagian bawah mezzaninnya, anda akan bisa menemukan permainan warna hitam dengan list kayu di bagian langit-langitnya dan salah satu dindingnya. Hal itu berguna untuk membuat ruangan tidak terlihat sempit dan menyesakkan. Biasanya jika kita menggunakan warna gelap (terutama hitam) untuk dekorasinya, hal itu akan membuat ruangan terasa lebih sempit. Biasanya bisa diakali dengan menggunakan cermin yang menjadikan ruangan terlihat lebih luas, atau dengan memberikan aksen lain supaya tidak terlalu dominan gelap, dengan hal iniLiberica Coffee memberikan permainan unsur kayu dengan warna hitam.

Overall, untuk dekorasi dan ambience dari Liberica Coffee cukup menyenangkan dan cantik. Hanya saja.... stand untuk kasir dan menunggu makanan/ minuman jadinya terlalu berdempet dan sempit.

| Service
Cara memesan di Liberica Coffee adalah kita datang ke stand kasir lalu memesan apa yang ingin kita nikmati. baik itu makanan ataupun minuman. kita bisa melihat list item yang disajikan oleh Liberica Coffee dengan papan hitam yang ditulisi list menu dengan tinta putih dengan permainan jenis font dan ukurannya. Setelah memesan dan membayarnya, kita tinggal jalan ke sebelahnya untuk menunggu pesanan kita jadi.

Sebenarnya barista yang melayani cukup ramah dan murah senyum. Hanya saja, karena tempat memesan dan tempat mengambil pesanan terlalu berdekatan dan sempit, jadinya kita agak bingung menunggu pesanan kita jadi. Apalagi, Liberica Coffee cukup digemari dan banyak pengunjung.

| Drinks


Kopi Tubruk


Cukup terkejut membaca "kopi tubruk" di list menu. Karena jarang sekali coffee shop yang menyediakan minuman ini. Oleh sebab itu saya memesan minuman ini.

Sebenarnya, dari segala cara proses menyeduh kopi, saya paling menyukai dengan cara kopi tubruk ini. Karena, saya merasa dengan kopi tubruk, semua rasa, wangi dan kepekatan kopi menjadi lebih menonjol dibandingkan dengan cara lain. Memang, kelemahannya adalah penyajiannya menjadi kurang cantik dikarenakan ampas yang ada.

Cara untuk membuat kopi tubruk juga adalah cara yang paling mudah dan tidak repot. Tetapi, untuk membuat sebuah kopi tubruk menjadi kopi yang sangat harum, dan rasanya yang nikmat.... Sewaktu menyeduhnya harus dengan air mendidih (bukan hanya air panas).

Kopi tubruk dari Liberica Coffee ini cukup mengobati saya menikmati kopi tubruk di cafe (biasanya di rumah). OK, jujur yaaaa...... saya masih menyukai kopi bikinan saya di rumah..... Mungkin karena saya mengetahui takaran kopi yang pas bagi saya.. Saya merasa kopi tubruk dari Liberica Coffee masih terlalu encer dan wangi dan rasanya masih kurang maksimal.... hehehe..... Tapi untuk iseng2 sepertinya kopi tubruk di Liberica Coffee cukup menarik untuk di coba dan dibandingkan smile


Oh, selain itu saya juga ingin bercerita mengenai liberica. Sebenarnya, Liberica itu adalah tanaman kopi yang buahnya berukuran lebih besar dari kopi arabica. Sebenarnya, Liberica Coffee ini berasal dari Liberia, Afrika Barat. Kopi ini masuk ke Indonesia pada akhir abat 19. Hal ini dikarenakan pada waktu itu terjadi musibah akan mewabahnya penyakit karat daun kopi pada tahun 1870-1880 di daerah Asia Selatan.

Karat daun kopi ini adalah penyakit yang menyerang kopi arabica (kopi robusta tidak bisa terjangkit penyakit ini). Parahnya, pada tahun 1880an itu tanaman kopi arabica di Indonesia rusak parah. Maka dari itu, masuklah kopi Liberica Coffee itu untuk menggantikan kopi-kopi arabika yang rusak.. Karena hal itulah, sampai pada saat in, kita masih bisa menemukan Liberica Coffee di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

OH, konon... Liberica Coffee ini memiliki rasa yang mirip dengan kopi robusta.... Tapi saya tidak yakin Liberica Coffee di Pacific Place menggunakan kopi jenis liberica ini...... mungkin next time aku akan menanyakan pada barista-nya.


Baileys Tiramissu Latte
Awalnya kedua teman saya ingin menikmati irish coffee....... tetapi karena Liberica Coffee mempunyai minuman baru yakni baileys tiramissu latte, maka teman saya memesan minuman itu.

Setelah jadi, mungkin sang barista terlalu terburu-buru karena ramai maka baileys tiramissu latte yang satu jadi cukup sempurna, namun yang satunya bentuk bagian atasnya kurang terbentuk cantik. Sewaktu mencicipinya, menurut saya untuk rasa cukup menyegarkan.... Namun... saya merasa minumannya baileys-nya kurang terasa dan minumannya kurang panas (lebih ke anget)....


Jika saya ditanya apakah Liberica Coffee memuaskan? Untuk ambience saya rasa sangat puas... tapi untuk rasa saya pikir masih sedikit di atas standart... Tetapiiiiiii jika ditanya apakah saya akan kembali ke tempat itu? Saya pasti akan menjawab YA!! karena ada kopi tubruknya...... hehehe


Sepertinya sekian review saya dari Liberica Coffee di Pacific Place Jakarta, sampai ketemu di review selanjutnya!

Cheers

You Might Also Like

0 Comment: