Sushi Gen

Sushi Gen - City Walk [CLOSED]

5/22/2012 Soya Yanagawa 0 Comments

Entah kenapa, pada suatu ketika ingin sekali rasanya untuk menikmati sashimi di sebuah restoran Jepang. Oleh karena itu, saya menyempatkan diri untuk singgah ke City Walk yang. Tanpa pikir panjang, melangkahlah kaki menuju tempat biasanya aku menikmati sushi dan sashimi jika sedang sendirian, yakni SushiGen
| Location

Lokasi dari SushiGen ini bisa dikatakan cukup strategis. Berada di lantai 1 dari CityWalk dan tepat berada di dekat ekskalator yang di depan pintu masuk CityWalk. SushiGen ini terletak di deretan Solaria, tempatnya cukup eye catching, karena selain di bagian dalamnya SushiGen juga menyediakan tempat di bagian luarnya, di dekat void sebelah ekskalator. Jadi tidak sulit untuk mencari lokasi SushiGen berada.

| Environment

Untuk dekorasinya, bagian yang paling menarik adalah sebuah dinding dimana terdapat permainan motif dari tradisional Jepang seperti motif seigaiha, yang diberi permainan lampu sehingga pada bagian dinding tersebut terlihat sangat cantik dan menawan.

Untuk tempat makannya, sebenarnya terbagi atas dua area, yakni bagian luar dan bagian dalam. Jika anda memilih bagian luar, anda akan bisa menikmati santapan sambil menikmati aktivitas mall. Tempat ini sangat cocok bagi anda yang sedang ingin bersantai sambil melihat-lihat orang lalu lalang.

Pada bagian dalam SushiGen, bisa dikatakan terbagi atas 3 bagian. Bagian pertama adalah tempat yang disusun untuk rombongan atau kumpul-kumpul. Kemudian ada tempat makan  yang lebih privat dan berbentuk sofa-sofa. Terakhir adalah sushi bar. 

Pada sushi bar nya, anda bisa melihat jenis-jenis ikan yang ditata dengan rapih serta alat-alat untuk membuat sushi dan sashimi. Karena saya sedang sendiri dan sedang ingin bersantai, maka saya duduk di sushi bar ini. dengan kursi yang tinggi dan meja yang tinggi membuat saya bisa lebih leluasa melihat aktifitas yang sedang dilakukan oleh para chef.
Pada setiap meja, sudah diletakkan peralatan makan berupa piring dan sumpit kayu. Kemudian tersedia juga kotak tissu, soyu, jahe, dan tusuk gigi. Sebenarnya, untuk memakan makanannya, orang Jepang hanya menggunakan sumpit. Biasanya mereka menggunakan sendok hanya untuk makan makanan penutup.  Untuk makanan yang berbentuk sup, biasanya mereka mengambil isinya dengan sumpit, lalu meminum kuahnya langsung dari mangkuknya. Makanya, pada restoran Jepang, mereka hanya menyediakan sumpit. 

| Menu

Buku menu dari SushiGen ini cukup sederhana. Dengan menggunakan warna hitam yang dominan, maka foto-foto makanan yang berada di dalamnya terlihat sangat menonjol. Untuk buku menunya, SushiGen memberikan foto dan menuliskan nama makanan tersebut dengan huruf Jepang dan huruf Romawi. Tidak perlu takut untuk salah memilih, karena pada menu juga terdapat penjelasan singkat mengenai makanan yang ditawarkan.

| Food

Beef Katsu Donburi Set

Awalnya saya hanya ingin makan sushi dan sashimi, tetapi ketika melihat set menu donburi dari SushiGen ini, rasanya ingin segera mencobanya.

Satu set menu donburi ini berisi sebuah mangkuk nasi yang di tumpuk dengan beef kastu, bawang bombay dan telur yang kemudian dituang kuah yang mengandung mirin. Kemudian tersedia juga cawanmushi, acar dan sup miso.

Cawanmushi-nya cukup nikmat. Karena dimasak menggunakan cawan, jadinya panas dari masakan itu menjadi tahan lama. Pada cawanmushi SushiGen terdapat udang dan jamur di bagian dalamnya. rasanya lezat dan menyenangkan untuk makanan pembuka kita.

Untuk Donburinya, Beef Katsunya cukup besar dan nasinya juga banyak. Kuah mirin yang dituang juga sangat gurih sehingga makanan ini cukup bisa untuk dijadikan referensi.

Oh, biasanya sup itu dimakan di paling akhir. Jadi biasanya restoran Jepang menyajikan sup miso lengkap dengan penutupnya. 


Shiake Sushi

Sushi yang saya pesan adalah Sushi yang menggunakan ikan salmon di bagian atasnya. Karena saya pencinta salmon, maka saya akan selalu memesan sushi ini dimanapun juga. Salmon yang diletakkan di atasnya cukup tebal dan besar, sehingga cukup memuaskan. Ditambah dengan soyu, membuat makanan ini sangat mengobati rasa kangen saya terhadap masakan Jepang.

Sashimi Moriawase

Saya selalu memesan sashimi ini jika saya pergi ke SushiGen. Selain ikan-ikan yang dipakai adalah ikan yang segar, harga dari sashimi moriawase ini cukup bersahabat. Satu set Sushi Moriawase terdiri dari 3 jenis ikan yang disajikan sepasang-sepasang. Jadi, kita bisa merasakan dan menikmati 3 jenis ikan yang mempunyai rasa, warna, tekstur dan kerenyahan yang berbeda-beda. Ketiga pasang potongan ikan itu ditata di sebuah piring transparan yang dihias dengan potongan lobak dan wortel yang dipotong memanjang, daun selada air dan beberapa potongan lemon. ditambah dengan jahe dan wasabi untuk melengkapi sajian ini.

| Drink

Untuk minumannya, saya memesan ocha dingin yang bisa refill, sehingga kita tidak perlu khawatir akan kehausan :D, selain itu juga rasa ocha yang khas sangat cocok untuk diminum ketika bersantap di restoran Jepang :)

Sepertinya sekian review saya dari SushiGen di City Walk. Jadi pengen ke sana lagi...... :)

Sampai jumpa di review selanjutnya ;)


0 Comment:

eatology

Eatology - Sabang

5/21/2012 Soya Yanagawa 2 Comments


Mungkin anda sudah mengetahui dan pernah mendengar mengenai Q Smoke House yang terkenal akan dagingnya yang diasapkan selama berjam-jam. Nah, pada kali ini saya mendapat kesempatan untuk menikmati restoran yang merupakan saudara dari Q Smoke House yang bernama Eatology.




| Location

Tidak sulit untuk menemukan Eatology ini. Berada di Jalan Sabang, dan terletak berdekatan dan sejejer dengan hotel Maxone yang di Sabang, membuat restoran Eatology ini mudah ditemukan dan dijangkau dari mana-saja. Karena terletak di jalan Sabang yang ramai akan pengunjung dan terkenal akan jalan dimana banyak sekali tempat makan yang enak dan menyenangkan, membuat Eatology akan menambah kesemarakan dan keramaian Jl. Sabang.







| Environment


Jika kita memasuki Eatology ini, kita akan disambut dengan suasana hangat dan nyaman restoran ini. Tempat menikmati sajian makanan di Eatology ini secara garis besar terbagi menjadi 2 bagian. Bagian yang bebas untuk merokok dan bagian yang bebas rokok. Untuk bagian bebas rokok, terletak di bagian depan. Area tersebut menggunakan dekorasi yang cantik dan menyenangkan, dengan menggunakan dekorasi yang berwarna alam seperti kayu dan coklat, Eatology juga menempatkan beberapa pot besar yang berisi tanaman hijau yang mempercantik dan menyejukkan ruangan itu. Oh, di depan pintu masuk itu juga, kita dapat menemukan bar untuk membuat minuman dan tersaji berbagai macam makanan penutup kemudian di seberangnya terdapat wine cellar yang berasal dari berbagai daerah dan merk. Menurut info, area makan ini jika pada siang hari menggunakan pencahayaan dari sinar matahari, yang melewati sela-sela langit-langit yang menggunakan bahan tembus cahaya. 

Untuk bagian lebih dalam, area ini di khususkan untuk yang tidak merokok. Suasananya lebih romantis, dan lebih kyusuk. Keunikan dari dekorasi bagian dalam ini, mereka tetap menggunakan kayu sebagai dekorasi utamanya, tetapi di salah satu bagian dindingnya terdapat banyak sekali botol-botol wine yang tertata dengan rapih. Pencahayaan di Eatology ini juga sangat cantik dan semakin membuat tempat ini menjadi semakin nyaman.

Sewaktu saya masuk ke Eatology ini, seseorang pramusaji akan menyambut kita dan mengajak kita ke meja yang tersedia. Berhubung teman saya sedang mengadakan pesta ulang tahunnya di Eatology ini,  saya langsung diajak untuk duduk di sebuah tempat yang sudah di-reserved.



| Menu

Berhubung teman saya mengadakan ulang tahunnya di tempat ini, oleh karena itu Eatology memberikan saya menu khusus untuk acara ini. Lengkap dari appetizer, main course dan drinks sudah tertera di selembaran kertas berwarna pink ini.

| Food

Appetizer

Makanan pembuka yang disediakan adalah fried mushroom. Jamur yang dibungkus dengan tepung ini di goreng hingga berwarna keemasan. Tepung itulah yang membuat jamur ini menjadi cantik dan garing di luar, begitu digigit, kita akan merasakan lembut dan lezatnya jamur tersebut. Dilengkapi dengan saus tartar di sebelahnya dan sayuran segar sebagai garnishnya, membuat menu appetizer ini sangat cocok untuk menemani kita berbincang-bincang sambil menunggu makanan kita datang.


Main Course


Oxtail Soup

Oxtail Soup atau sup buntut ini disajikan di dalam  mangkuk besar yang cantik dan dilengkapi dengan satu piring nasi dan emping melinjo, serta piring kecil berisi cabai. Pada sup buntutnya terdapat potongan kentang dan ekor sapi yang besar-besar kemudian kuah dari sup buntut ini sangatlah kental dan gurih, kaldu dari sapinya sangat meresap dan terasa sangat lezat. Yang perlu diperhatikan adalah, Eatology tidak pelit memberikan dagingnya, daging ekornya besar-besar dan banyak. dihiasi dengan potongan wortel berbentuk bunga dan ditaburi dengan bawang goreng menambah kecantikan makanan ini dan kegurihannya.






Dory 

Ikan dori yang dipanggang ini diletakkan di tengah piring bersamaan dengan semangkuk sausnya dan potongan kentangnya. Ikan dori dari Eatology ini sangatlah empuk dan lezat. ditamah dengan sausnya yang gurih memberikan sebuah "pesta" di dalam mulut. Menu ikan dori inilah yang paling digemari oleh teman-teman saya.


Nasi Goreng Kampung

Nasi Goreng Kampung dari Eatology ini bisa dikatakan jauh dari imaji kampung. Karena nasi goreng ini begitu mewah. Goreng yang digoreng dengan bumbu dan kecap ini dibentuk dengan mangkuk kemudian diletakkan telur mata sapi yang kemudian diberi bawang goreng. Di samping nasi goreng tersebut terdapat potongan sayap ayam, kerupuk berwarna-warni yang kemudian dilengkapi dengan potongan ketimun dan tomat sebagai garnishnya.

Rasa dari nasi goreng ini sangat lezat dan gurih. Bumbu yang dipakai di nasi goreng ini sangat gurih dan pas di lidah sehingga memberikan sensai yang menyenangkan. Ditambah dengan potongan ayam yang lezat, membuat Nasi Goreng Kampung ini terasa sangat mewah dan lezat.



Grilled Salmon


Ikan salmon yang dibakar dan berwarna coklat keemasan itu diletakkan disamping mashed potato dan sayuran-sayuran yang segar, tidak lupa sebuah mangkok berisi dressing untuk salmon tersebut. Dressing untuk salmon ini ada 3 macam, yakni barbecue souce, Mushroom Souce dan black pepper souce. Untuk kentangnya juga bisa dibuat menjadi mashed potato atau baked potato.

Wangi dan rasa gurih dari ikan salmon yang dibakar itu sangat khas dan menggugah selera, ditambah dengan saus yang menambah citarasa yang lezat dan menyenangkan membuat santapan ini terasa sangat kaya akan rasa. Kentang yang sebagai makanan pendampingnyapun sangat lembut dan gurih. Overall, makanan ini bisa menjadi rekomendasi bagi anda pecinta salmon.


Arugula Pizza


Pizza dari Eatology ini mempunyai crust yang tipis dan garing. Pizza ini mempunyai topping jamur, keju dan daun arugula itu sendiri. Yang membuat makanan ini istimewa adalah kejunya yang melimpah dan sangat gurih, ditambah dengan potongan jamur yang gemuk-gemuk dan daun arugula  membuat pizza ini sangat lezat dan tidak membuat eneg.



| Drink


Minuman yang disediakan adalah lemon tea, ice tea dan Thai Ice Tea. Tetapi yang paling menarik adalah thai ice tea-nya. Teh dari Thai Ice Tea ini mempunyai rasa yang khas, rasa pahit, wangi dan teksturnya lebih gelap dari teh biasa. Ditambah dengan susu dan es yang menyegarkan memberikan rasa tersendiri untuk thai ice tea ini. Pahit dari teh dan manis dari susu serta kesegaran dari esnya membuat minuman dari Eatology ini layak untuk dicoba. Bahkan, harus untuk dicoba.



Seusai bersantap, akhirnya saya tahu kenapa di dalam menu itu tidak diberikan menu untuk dessert. Karena, kini tiba saatnya untuk bernyanyi dan meniup lilin kue ulang tahun. Akhir kata, Eatology adalah tempat makan yang nyaman dan menyenangkan untuk berkumpul bersama sahabat, bahkan untuk mengadakan acara ulang tahun-an.


Sekian review saya dari Eatology di Jl. Sabang ini. Sampai berjumpa di review selanjutnya :)

2 Comment:

king chef

King Chef - Plaza Semanggi

5/21/2012 Soya Yanagawa 0 Comments

Pada suatu hari Sabtu, saya diajak oleh kakak saya untuk menemani dia mencari kamera pocket. Karena kakak saya sudah terlebih dahulu di Plaza Semanggi, oleh karena itu ia menunggu saya di restoran yang terletak di lantai 1 Plaza Semanggi yang bernama King Chef


| Location


King Chef terletak tepat di tengah-tengah atrium Plaza Semanggi. Berada tepat di depan ekskalator naik yang berada di tengah-tengah Plaza Semanggi membuat King Chef dapat dilihat dan mudah di jangkau.


Karena lokasi yang strategis inilah, biasanya jika sore menjelang malam, restoran ini cukup ramai dikunjungi pengunjung. Selain itu dengan logo yang menarik dan "eye catching" ini membuat orang yang lewat ingin segera mampir dan mencoba variasi makanan yang mereka sajikan.


Dahulu, King Chef ini adalah rumah makan Red Bean, tetapi sekitar tahun 2009-an, restoran ini berubah menjadi King Chef. 



| Environment


Secara garis besar, King Chef membagi area makanannya menjadi 2 bagian, yakni bagian depan dekat pintu masuknya dan bagian dalam yang berada di void lantai 1. Karena bagian dalamnya lebih sepi, kakak saya memilih kursi yang di dekat void-nya. Karena selagi menunggu, ia bisa menikmati pemandangan orang lalu lalang baik dari lantai 1 maupun lantai dasar.

Kursi dan meja di King Chef juga terlihat rapih dan bersih, dengan menggunakan permainan dimensi dan lighting pada dekorasinya, membuat rumah makan ini begitu menyenangkan. untuk beberapa bagian, kursi yang dipakai di King Chef ini menggunakan sofa. Jadi kita bisa lebih nyaman bersantap di tempat ini.


| Menu


Buku Menu dari King Chef cukup cantik. Pada covernya beragam menu makanan ditata dengan rapih dan sangat menggugah selera. Karena makanannya yang berwarna warni itulah yang membuat buku menu ini terlihat cantik dan eksklusif.

Pada bagian dalam menunya terdapat nama masakan, gambarnya serta penjelasan singkat mengenai masakan tersebut. Sehingga, pengunjung akan bisa mengetahui bentuk makanan, bahan-bahan utamanya dan penyajiannya.




Jika kita memasuki restoran ini, kita akan disambut dengan seorang runner yang langsung mengajak kita ke meja dan menyediakan peralatan makan kita. Pada setiap meja akan terletak sebuah tempat sambal dan cabe, tissu, tatakan makanan dan sumpit serta piring kecil.



Selain itu, mereka juga memberikan snack yang grats sebagai komplimen mereka berupa gorengan ikan yang manis dan gurih. Makanan itu bermaksud sebagai makanan pembuka dan makanan ringan sewaktu kita menunggu makanan yang kita pesan. Rasanya cukup enak dan menambah ke-seruan kita untuk ngobrol dan becanda.



| Drink

Pada kali ini kami memesan minuman ice blended green tea dan ice tea. Untuk es tehnya seperti biasa, cukup menyegarkan dengan rasa teh yang khas. Kemudian untuk green tea nya, terlihat sangat cantik dan menawan. Ice blended green tea tersebut dicampur dengan susu dan dipercantik dengan whip cream di bagian atasnya. Untuk rasanya, rasa khas macha begitu menyegarkan di lidah. dengan rasa manis yang pas, membuat minuman in i salah satu pilihan yang tepat bagi anda pecinta green tea frapucino.




| Food


Ketika kakak saya memesan Suki Set ini, sang pramusaji menanyakan apakah ia ingin semuanya sudah disiapkan oleh sang chef, atau mau dimasukkan sendiri ke dalam pancinya. Karena kakak saya tidak mau repot, ia memesan supaya langsung disiapkan di dapur, sehingga ia tinggal langsung makan. Untuk kuahnya, ia memesan Tom Yam

Begitu makanan ini datang, terlihat sebuah mangkuk besar yang berisi kuah dan sayuran serta bakso dan lainnya. Kemudian semangkuk nasi hangat dan piring kecil yang terbagi 3 (berisi potongan bawang putih, bawang putih goreng, dan saus sambal) ini menemani dan melengkapi kemeriahan makanan ini.

Sayuran-sayuran dari Suki Set ini sangat segar. Terdiri dari jamur enoki, pokchai, sawi hijau, bakso udang dan lain sebagainya, begitu meresap dengan kuah kental tom yum-nya. Jika anda penggemar makanan yang asam namun menyegarkan, maka menu ini sangat cocok untuk anda.


Akhir kata, kunjungan saya ke King Chef ini cukup menyenangkan. Dengan suasana yang nyaman dan makanan yang lezat serta minuman yang menyegarkan, membuat restoran ini salah satu alternatif untuk menghabiskan waktu sembari makan dan minum.

Sekian review saya dari King Chef Plaza Semanggi. Sampai bertemu di review selanjutnya ;)

0 Comment:

Starbucks

Starbucks - Oakwood

5/14/2012 Soya Yanagawa 0 Comments

Setelah dari ulang tahun keponakan, saya bersama kakak saya berencana untuk nongkrong sebentar. Karena sempat bingung mau ke mana, akhirnya kami sepakat untuk singgah ke Starbucks yang berada di Oakwood, Mega Kuningan.


| Location


Untuk lokasi, Starbucks di Oakwood ini sangat mudah ditemukan. Karena tepat berada di bagian depan Oakwoodnya. Jika anda mengendarai mobil dan anda masuk dari depan, anda akan segera melihat cafe Starbucks ini di arah sebelah kiri tempat pemeriksaan mobil. Karena lokasinya yang strategis dan jam bukanya yang sampai jam 11.30 ini, saya dan kakak saya memilih tempat ini untuk tempat kami mengobrol dan bercerita.




| Environment


Untuk suasananya, setiap Starbucks pasti menggunakan dekorasi yang sewarna. Sesuai standarisasi mereka yang menggunakan warna coklat sebagai dekorasinya dan warna-warna kayu yang sesuai dengan tema "coffee shop"nya inilah yang membuat betah pengunjungnya. 


Secara garis besar, Starbucks di Oakwood ini terbagi atas dua area tempat menikmati makanan dan minuman yang kita pesan, yakni indoor dan outdoor. Untuk indoor, beberapa kursi menggunakan sofa dan meja pendek untuk orang yang ingin bersantai, sedangkan untuk bagian outdoornya, mereka menggunakan kursi dan meja yang terbuat dari kayu, cocok bagi orang yang biasa mengobrol sambil merokok.




| Services


Untuk servis, sebenarnya Starbucks hanya mengutus barista-baristanya di setiap kiosk. Jadi tidak ada yang mempunyai jobdesk membersihkan sisa makanan dari para tamunya. Tetapi, karena pola pikir orang Indonesia (asia khususnya) yang merasa sudah bayar mahal, jadi mereka harus dilayani inilah jobdesk dari para barista Starbucks  ini bertambah.


Para barista selalu menyajikan minuman kita dengan mug kertas atau gelas plastik jika kita tidak memintanya untuk menggunakan cangkir atau gelas. Hal ini bermaksud untuk kita bisa membawanya jika minuman kita tidak habis, dan membuangnya dengan mudah di tempat sampah terdekat.

OK, mengenai pelayanannya..... Barista dari Starbucks akan segera menyapa anda begitu anda mendekati counternya. Setelah memesan, membayar, dan mendapat struk, kita segera beranjak ke counter untuk mengambil minuman. Setelah mendapatkan minuman yang kita pesan, barulah kita pergi ke tempat yang kita inginkan untuk menikmati minumannya.






| Drinks


Karena sudah makan di acara ulang tahun keponakanku, akhirnya kami memesan minuman yang kami gemari. Untuk saya, saya memesan coffee of the day dari Starbucks. Coffee of the day Starbucks,  berbeda setiap minggunya. Keunggulan kopi hitam dari Starbucks ini, mereka sangat menjaga kualitasnya. Jika tidak ada yang memesan Coffee of the daynya dalam kurun 1 jam, mereka akan membuangnya dan menggantikannya ketika ada yang memesan. hal ini dilakukan untuk menghindari rasa asam yang terlalu kuat jika lama tidak di minum.


Sedangkan untuk kakakku, beliau memesan minuman segar berupa manggo passion ditambah dengan sirup raspberry. Minuman ini adalah ice blended dengan sirup mangga yang kental. Jadi rasanya sangat tropikal dan menyegarkan untuk diminum kapanpun juga. Kemudian, ditambah dengan sirup raspberry, membuat minuman ini menjadi lebih kaya akan rasa dan lebih segar dan nikmat.




Akhir kata, Starbucks selalu memberikan minuman yang pas dan memberikan pelayanan yang menyenangkan. Beruntung sekarang Jakarta sudah tersebuar kiosk-kiosk Starbucks yang dengan setia menyajikan secangkir minuman yang kita gemari.


Sekian review saya dari Starbucks - Oakwood, Mega Kuningan



0 Comment:

Asia Restaurant

Asia Restaurant - Ritz Carlton Mega Kuningan

5/14/2012 Soya Yanagawa 0 Comments

Suatu hari, saya diajak oleh sepupu saya yang anaknya sedang berulang tahun. Beliau ingin mengadakan acara ulang tahun anaknya diadakan bersama keluarga saja. Kebetulan, beliau mengadakannya di sebuah restoran yang buffet di salah satu hotel ternama di Jakarta. Yakni, Asia Restaurant yang berada di Ritz Carlton Mega kuningan.

| Location


Asia Restaurant ini terletak di bagian depan hotel Ritz Carlton yang beralamatkan di Jl. Lingkar Mega Kuningan Kav. E.1.1, No. 1 Kuningan - Jakarta. Tepat di sebelah kanan dari pintu masuk dan pintu keluar dari lobinya. Oleh karena itu, restoran ini cukup mudah di jangkau karena tempatnya yang strategis dan mudah terlihat.



| Environment


Asia Restaurant bisa di katakan sangatlah luas, dengan penempatan meja dan kursi yang tersebar di mana-mana,  stand-stand makanan yang tersebar di seluruh ruangan, dan langit-langit yang tinggi membuat kemegahan dan kemewahan dari restoran ini. Ketika kita masuk ke restoran ini, kita bisa melihat sebuah kawasan untuk berbagai makanan penutup, kemudian di bagian dalamnya juga tersebar berbagai stand untuk sushi & Sashimi, chinese Food, Indonesian Food, Pasta, steak, duck, Oxtail dan berbagainya.



Setiap meja dan kursi di Asia Restaurant ini juga cukup cantik dan elegan. Pada setiap meja, diletakkan piring, serbet, berbagai peralatan makan dan garam serta merica. Suasana di Asia Restaurant ini menggunakan nuansa coklat dan kayu. Makanya banyak sekali tanaman hias yang tersebar dan gebyok yang terlihat mewah di beberapa sudut ruangan.

Tanpa berbicara lebih lanjut, mari kita lihat makanannya.




Food



Seperti biasa jika saya pergi ke restaurant di hotel bintang 5, saya pasti akan segera ke stand sushi dan sashimi. Saya langsung memesan Salmon Sashimi dengan cheff di belakang standnya. Sang cheff dengan ramah menanyakan pesanan saya. Karena untuk salmonnya belum terpotong, beliau menawarkannya untuk di antar ke meja. Oleh karena itu saya memesankan 2 porsi salmon sashimi di satu piring. Tanpa menunggu beberapa lama, cheff yang ramah itu datang ke tempat saya sembari membawa pesanan saya. Beliau juga meletakkan takuan (acar lobak), jahe dan soyu di piring itu.

Memang, chef yang melayani itu sangat ramah dan baik. Hanya saja, saya menemukan beberapa potong tulang di dalam sashimi saya. dan jujur..... menurut saya potongan salmon-nya agak sedikit berantakan.


Lalu saya mengambil steak sapi dan steak kambing di salah satu stand dan menggunakan dressing red wine. Daging sapi yang dipotong itu cukup empuk dan enak. dengan warna kemerahan yang cantik menghiasi bagian tengahnya. Untuk steak kambingnya, warnanya lebih pucat. Akan tetapi saya agak sedikit kecewa dengan steak kambingnya, karena masih sangat bau. Jadinya untuk menghabisinya, memerlukan usaha yang cukup berat. Untuk red wine dressing-nya, saya masih pernah mencoba yang lebih enak. Rasa anggur merahnya hampir tidak terasa, jadi makanan tersebut terasa biasa saja.


Untuk selanjutnya saya memilih Peking Duck. Peking Duck yang sudah dipotong diletakkan di sebuah piring dan ditutp oleh sebuah tudung. Ketika membukanya, potongan-potongan bebeknya agak berantakkan. Kemudian, disebelahnya terdapat dressing untuk bebeknya.  Untuk daging bebeknya, saya pernah merasakan yang lebih lembut dari yang disajikan di Asia Restaurant ini. Untuk dressingnya, rasanya cukup gurih dan enak.


Kakak saya memesan nasi hainam, untuk nasinya, cukup gurih. Potongan ayamnya lembut namun hampir tidak ada rasa, makanya dituang dengan kecap manis dan baru terasa lezat. Untuk nasinya bisa dikatakan biasa saja, tetapi untuk ayamnya sangat lembut.

Sejujurnya, saya agak sedikit kecewa dengan makanan di Asia Restaurant ini. Karena saya masih merasa belum "menggigit". Oleh karena itu, saya segera pergi ke area desserts untuk memesan ice cream. Ice cream di Asia Restaurant menggunakan es krim dari New Zealand. Kita tinggal datang ke tempat itu lalu meminta pada cheff di sana untuk mengambilnya dan memasukkannya ke dalam mangkuk. tetapi, mangkuknya kecil sekali..... dan satu scoop es krimnya bisa dikatakan mungil :(. Pada saat itu saya memesan rum raisin, capucinno, dan chocolate. Jika sudah, anda bisa menambahkan berbagai macam topping untuk memeriahkan makanan penutup anda.


Untuk es krimnya, saya jujur agak sedikit kecewa. Rasa dari es krimnya semuanya biasa saja, tidak ada yang spesial. dengan ukuran yang mungil, membuat saya malas untuk kembali ke tempat itu dan memesan es krim lagi.


Akhirnya, karena sedikit kecewa dengan ice creamnya, saya mengambil beberapa macam cake dan dessert lainnya. Sepertinya memang standarisasi dari Asia Restaurant menyajikan segala sesuatu dengan minimalis dan mungil. Mungkin supaya kita bisa mencoba berbagai makanan sebelum kenyang. Untuk cake-nya, rasanya enak namun biasa saja.

Akhir kata, pengalaman saya di tempat ini cukup mengecewakan. Dengan sajian menu yang kurang beragam, dan rasa yang standart... Sepertinya saya bisa menemukan tempat lain yang menyajikan makanan yang lebih beragam dengan rasa yang lebih lezat dan menggigit.

Untuk pelayanannya, bisa dikatakan cukup baik dan ramah. Hanya saja saya rasa kualitas dari rasa, penyajian dan penampilannya masih bisa lebih dimaksimalkan.

Sekian review saya dari Asia Restaurant di Ritz Carlton Mega Kuningan. Sampai ketemu di lain kesempatan dan sukses selalu.

0 Comment:

Tokyo Connection

Tokyo Connection - Bandung

5/14/2012 Soya Yanagawa 0 Comments

Kini, Banyak sekali rumah makan yang selain menyajikan makanan yang lezat, tetapi juga memanjakan pengunjungnya dengan suasana restoran yang menyenangkan. Kita ambil contoh Tokyo Connection di Jl. Progo ini.

| LOCATION


Lokasi Tokyo Connection ini terletak di Jl. Progo yang kini semakin banyak tempat makan yang menyajikan suasana makan yang menyenangkan. Lokasi yang strategis, dan mudah di jangkau dari mana saja membuat restoran ini sangat sayang untuk tidak di coba.

| Environment


Tokyo Connection  ini bisa dikatakan cukup luas. Pada bagian depannya, anda bisa melihat meja kursi yang tersebar dan ditata sedemikian rupa pada sebuah lahan yang luas. Tetapi, jika anda masuk ke dalam ruangan, anda masih akan menemukan beberapa tempat untuk kita bersantap lagi. Pada bagian dalamnya terdapat mezzanine yang berada di atas. Sehingga, kita bisa naik tangga dan makan di kursi yang berbentuk sofa dan banyak bantal empuknya.

Dinding dari Tokyo Connection ini ditempeli oleh banyak sekali poster-poster yang berbau akan Jepang. Dari foto-foto wanita dengan berpakaian kimono, lukisan, iklan bahkan poster doraemon pun ada di salah satu dindingnya. Dihiasi dengan lampu gantung yang cantik sekali membuat suasana di tempat ini begitu menyenangkan dan romantis. Ditambah dengan alunan lagu Jepang baik dari kartun maupun pop, menambah suasana Jepang yang cukup kental.

Karena saya memilih tempat yang di mezzanine-nya, jadi saya bisa melihat meja-meja di bawahnya. walau Tokyo Connection ini cukup luas, tetapi penuh dengan pengunjung. Meja yang digunakan di Tokyo Connection cukup cantik, dengan menggunakan kayu dan ditemani dengan kursi-kursi yang cantik membuat suasana makan menjadi lebih menyenangkan. Kemudian pada setiap meja di Tokyo Connection ini sudah terdapat gula, soyu, cabe dan tusuk gigi. Dengan nomor meja yang terbuat dari kayu dan beberapa tempat yang menggunakan bahan yang sama, membuat mejanya semakin cantik dan menarik.

Keunikan lainnya adalah karena sangking luasnya Tokyo Connection ini, maka di setiap mejanya terdapat sebuah tombol yang bisa memanggil pramusaji untuk memesan, bahkan untuk meminta bill.


| Menu

Buku menu dari Tokyo Connection ini dipasang di sebuah lempengan kayu. Memang, untuk foto makanannya bisa dikatakan agak sedikit dan kecil, tetapi Tokyo Connection ternyata menyediakan berbagai jenis menu yang siap memanjakan perut anda. Walau gambar yang dipasang di menu tersebut bisa dikatakan sedikit, tetapi penempatan dan penggolongannya cukup rapih, sehingga penampilannya tetap cantik dan sangat informatif.

| Drinks

Pesanan saya adalah Ocha dingin, sedangkan teman saya memesan Ice Tea. Untuk Ocha Dinginnya, terdapat 2 ukuran. Karena saya penggemar ocha, jadinya saya memesan yang tall.

ketika datang, ternyata, gelasnya benar-benar tall..... dengan warna ocha yang khas dan es yang mengapung, membuat minuman ini dilihat saja sudah cukup menyegarkan. dibandingkan dengan es teh temanku.... minumanku terasa jauh lebih mewah. Walau, es teh dari temanku menggunakan gelas yang cantik.

Rasanya cukup menyegarkan. Memang, rasa pahit dari Ocha-nya kurang terasa. Tetapi cukup memuaskan dengan ukuran dan kesegarannya.

| Food


Gyu Donburi
Makanan yang dipesan oleh teman saya ini berupa nasi yang di tumpuk dengan sayuran, daging sapi dan telur di atasnya kemudian dituang dengan bumbu yang gurih. Pengemasan dari menu masakan ini yakni dengan sebuah mangkuk unik seperti panci dan mempunyai tutup yang berwarna-warni. Untuk bumbunya, bisa dikatakan cukup gurih, namun aku rasa masih agak malu-malu rasanya. Memang gurih, tetapi sepertinya masih belum sempurna. Sayuran-sayuran nya cukup segar dan memberikan warna cantik di mangkuknya.

Gyu Katsu Donburi
Berbeda dengan Gyu Donburi, daging sapi di gyu katsu donburi ini digoreng dengan tepung roti terlebih dahulu. Namun, karena donburi ini adalah berupa nasi yang ditumpuk dengan bahan-bahan itu dan dituang sausnya, maka tepung rotinya agak lembek dan tidaklah garing. Tetapi, secara garis besar, lumayan-lah untuk rasanya.

Miso Soup
Sup Miso ini terbuat dari kacang kedelai. Keunikan dari sup miso ini, jika kita diamkan agak lama, supnya ini akan terlihat endapannya. Sehingga, jika kita mau menyantapnya, ada baiknya kita mengaduknya terlebih dahulu. Sup miso dari Tokyo Connection ini cukup menyegarkan dan enak. Bumbu yang dipakai cukup terasa dan menyenangkan.

California Roll
Untuk California Roll dari Tokyo Connection cukup cantik, ditata sedemikian rupa sehingga menggugah sang pemesan untuk menyantapnya. Namun, sayang sekali nasi yang di california roll ini terlalu lembek, dengan ditambah 3 macam dressing di setiap potongannya, membuat ketika mengunyahnya agak terlalu lembek. Padahal, tobiko, kani stick dan lainnya cukup enak.


Akhir kata, Tokyo Connection memberikan suasana baru dan menyenangkan, dengan mengemas semua menu makanan dan minumannya dengan menggunakan tempat yang cantik dan penataan yang indah, membuat semarak suasana makanannya. hanya saja untuk rasa, saya tidak menemukan sesuatu yang spesial. Tetapi, tempat ini cocok untuk anda yang ingin bersantap bersama teman dan keluarga. Karena beragamnya menu yang ditawarkan, jadi kita tidak perlu takut untuk tidak menemukan makanan yang kita inginkan.

 Sepertinya sekian review dari saya. Sampai berjumpa di lain kesempatan,

Cheers

0 Comment:

Java Bean Coffee

Java Bean Coffee - Bandung

5/09/2012 Soya Yanagawa 0 Comments

Ini kali ketiga saya datang dan nongkrong di tempat ini. Java Bean Coffe ini menjadi tempat favoritku untuk menghabisi waktu saya di Bandung.


| Location

Java Bean Coffe mungkin memang berada di lokasi yang sangat strategis, yakni berada di Dago Plaza di Jl. Dago. Seain itu, Java Bean Coffe berada di bagian depan dari Dago Plaza, tepat berada di sebelah kanan tangga naik ke lantai satu dan bersebelahan dengan Oh la la.

Perlu diketahui, Dago Plaza ini adalah salah satu tempat nongkrong yang sangat ramai di malam hari terutama weekend. Karena saya penyuka sepi dan ketenangan, maka saya selalu datang kemari ketika siang hari. Pada siang hari, café ini cukup tenang dan menyenangkan. Hanya segelintir orang yang duduk dan ngobrol bersama teman-temannya atau membuka notebook masing-masing. Beruntung pula, Java Bean Coffe menyediakan Free WiFi dan colokan listrik yang tersebar dimana-mana. Sehingga, kita bisa bekerja, menghabiskan waktu sendiri dengan browsing tanpa perlu kehabisan batere.


| Environment

Satu yang membuat saya betah di Java Bean Coffe ini adalah dekorasinya yang menyenangkan. Karena dekorasinya dibuat sehingga kita bisa menikmati udara terbuk Bandung tanpa takut kegerahan, dan kursi dan meja yang membuat café ini serasa “café”

Pada bagian depan tepat di sebelah pintu yang memisahkan antara bagian dalam dan luar ruangan Java Bean Coffe, terdapat gambar yang dijadikan wallpaper. Sebuah gambar yang memperlihatkan aktivitas yang bisa kita lakukan di sebuah café.


Bagian depan Java Bean Coffe menghadap ke jalan dan sebuah lahan yang cukup luas dan sering diadakan panggung acara. Kebetulan di Hari Minggu itu, saya sempat melihat sebuah acara yang direkam untuk disiarkan di sebuah stasiun TV local Bandung. Jadi, selain berbincang-bincang, kita bisa melihat syuting tersebut.


| Menu

Buku menu dari Java Bean Coffe bisa dikatakan cukup cantik. Dengan nuansa coklat dan dipenuhi dengan foto-foto cantik dan nama makanan dan minuman yang disusun menggunakan teknik kolase cukup memukau membuat kita cukup kesulitan untuk menentukan minuman atau makanan yang akan kami pesan. Tetapi karena satu dan lain hal, hari ini aku ingin memesan sesuatu yang berbeda. Inilah pesanan kami:



| Kopi Durian

Karena saya dan sobat saya baru saja makan siang, maka kami memutuskan untuk hanya memesan minum di Java Bean Coffe ini. Mata saya langsung tertuju ke sebuah halaman yang memperlihatkan minuman berupa Durian Sensation dan Kopi Durian. Karena saya pecinta kopi, saya sudah membayangkan wangi dan rasa dari kopi dan durian. Itulah minuman yang saya pesan pada kali ini.

Ketika minuman saya datang, sudah terlihat dari teksturnya yang kental dan warnanya yang cantik. Seperti namanya, minuman ini berupa jus durian yang diberi kopi. Oleh karena itu rasa durian yang khas dan dicampur dengan aroma kopi, memberikan sebuah sensasi yang cukup nikmat.

Karena minuman ini cukup menyegarkan dan sangat nikmat, saying rasanya jika untuk cepat-cepat dihabiskan. Oleh karena itu saya menyeruputnya sedikit demi sedikit, dan ketika menyeruputnya saya selalu membunyikan rasa puas di mulut.

| Blue Day Haze Soda

Teman saya memesan minuman ini. Memang, pada gambar dan nama terkesan mempunyai warna biru. Tetapi begitu minuman ini datang, bukan warna biru yang terlihat tetapi lebih terkesan warna hijau.

Walau warna yang terlihat sedikit berbeda, rasa dan kesegarannya tidaklah mengecewakan. Minuman ini sangat cocok untuk dikonsumsi ketika cuaca sedang panas-panasnya.


Akhir kata, sepertinya saya menemukan tempat nongkrong favorit saya yang menyajikan bukan hanya secangkir kopi hangat, tetapi juga kesegaran dan kekayaan rasa yang disajikan.

Sekian review dari saya kali ini, sampai berjumpa di review lainnya.

Cheers!!

0 Comment: