Bandung,

Ngopi Doeloe - Dipati Ukur

1/19/2012 Soya Yanagawa 0 Comments

Sebenarnya mengetahui Ngoepi Doeloe itu sudah cukup lama, dahulu sempat kaget karena saya kuliah di Bandung dari tahun 2000-2004 kemudian selang beberapa tahun, Ngoepi Doeloe sudah tersebar dimana-mana. Karena merasa tempatnya yang nyaman, minumannya yang enak dan makanannya yang lezat, maka jika saya berkesempatan ke Bandung, saya akan berusaha untuk singgah ke tempat ini.

Pada kesempatan kali ini saya berkunjung ke Ngoepi Doeloe yang berada di jalan Dipati ukur. 

Saya berangkat dari Jakarta pukul 6.30 ke Bandng menggunakan jasa travel yang berhenti di daerah Dipati Ukur. Karena belum sempat makan pagi tadi, maka sesampai di sana sekitar pukul 09.30. Setelah di jemput oleh kerabat saya di sana, kami memutuskan untuk mencari rumah makan untuk mengisi perut kami.

beruntung di dekat situ terdapat Ngoepi Doeloe.

Suasana di Ngoepi Doeloe daerah Dipati Ukur ini sangatlah nyaman. Area makan di Ngoepi Doeloe ini dibagi menjadi dua area, yakni area teras dan area dalam ruangan. Tetapi, karena ini Bandung, jadi mereka tidak menggunakan AC. 

Area Ngoepi Doeloe di Dipati Ukur ini bisa dikatakan cukup luas. Meja dan kursi disusun dengan rapih mengelilingi tempat ini. Walau menggunakan meja dan kursi yang sederhana, tetapi tetap terlihat cantik dan nyaman. Sedangkan untuk badian dalamnya mereka menggunakan sofa sebagai tempat duduknya.

Saya memilih bagian luar sebagai tempat saya menikmati suasana pagi ini. Sambil menikmati sisa-sisa dinginnya Bandung tadi malam, dan melihat kendaraan yang berlalu lalang sepertinya membuat suasana hati menjadi lebih nyaman dan menyenangkan. Setelah duduk, pramusaji segera menghampiri kita dan memberitahu menu makanan yang akan disajikan.

Berhubung saya kemari masih terlalu pagi, maka Ngoepi Doeloe hanya menyediakan menu sarapan. Jadi saya belum bisa memesan menu favorit saya seperti pisang goreng dan cheesy bitter ballen. tetapi, sepertinya menu sarapan di Ngoepi Doeloe ini perlu dicoba juga.

Untuk menemani kita bersarapan di Ngoepi Doeloe, mereka menyediakan roti bakar dan nasi goreng. Oleh karena saya sedang kelaparan, maka saya memesan nasi goreng sebagai teman sarapan saya dan es teh tawar sebagai pelepas dahaga. Karena itulah mereka tidak memberikan kita buku menunya.

Setelah mendengar pesanan kami, sang pramusaji pergi. Tak lama kemudian beliau datang kembali dengan membawakan kami botol saus tomat, sambal dan peralatan untuk makan.

Perlu diketahui, Ngoepi Doeloe adalah tempat nongkrong yang cukup digemari oleh banyak muda-mudi ketika hari menjelang sore sampai ke malam hari. Tetapi pada pagi menjelang siang, kebanyakan pengunjungnya adalah keluarga, atau eksekutif-eksekutif muda yang melakukan pertemuan bisnis ataupun menyelesaikan pekerjaannya di tempat ini.

Satu yang perlu dicontoh dari Ngoepi Doeloe ini, mereka menyediakan kita minumannya terlebih dahulu. Biasanya restorang mengantarkan makanan kita secara acak. Kadang nasi dahulu, minuman dan luknya belakangan, kadang makanan dahulu, baru terakhir minuman. Ngoepi Doeloe memberikan minuman kita dengan cepat. karena biasanya pengunjung akan lebih tenang jika minuman kita sudah ada terlebih dahulu. selain menghilangkan rasa haus karena habis dari luar, minuman juga adalah teman yang baik untuk menunggu makanan itu sampai di tempat kita.

Memang ada sedikit kesalahan dalam pesanan kami. Saya meminta es teh tawar, tetapi diberikan es teh manis. Karena saya tidak berkeberatan, akhirnya saya tidak meminta untuk diganti atau dikembalikan. Es teh manis inilah minuman pertama saya di Bandung. Sembari menikmati udara segar bandung, kesegaran itu bertambah ketika minuman manis yang dingin ini menghilangkan dahaga saya.

tak berapa lama, makananpun tiba.

karena sudah kelaparan dan kalap, saya langsung memakan nasi goreng itu dengan lahap. Baru setelah tinggal setengah saya ingat kalau saya belum sempat mengambil gambarnya. Makanya gambar nasi goreng ini tidak sempurna, karena sudah keburu dimakan oleh saya.

nasi goreng Ngoepi Doeloe cukup gurih. Nasi dicampur dengan telor dan potongan sayur kemudian diberi bumbu yang membuat makanan ini menjadi gurih. dipercantik dengan acar yang diletakkan di samping nasi goreng dengan beralaskan daun selada dan dilengkapi dengan krupuk yang mempunyai aroma bawang, membuat rasa lapar ini terobati.

kesimpulannya, Ngoepi Doeloe adalah tempat yang baik untuk disinggahi. Baik di pagi hari, siang hari maupun malam hari. 

Walau sudah kenyang dengan nasi gorengnya yang lezat, saya masih ingin kembali ke sana untuk menikmati pisang gorengnya dan bitter ballennya yang lezat.

Sekian review saya dari Ngoepi Doeloe di Jl. Dipati Ukur.

Salam

You Might Also Like

0 Comment: