Kin No Taki

Kin No Taki - Plaza Semanggi

1/27/2012 Soya Yanagawa 0 Comments

Kin No Taki di Plaza Semangi adalah salah satu restoran yang buka ketika Plaza Semanggi ini baru buka. Sudah banyak restoran yang buka dan tutup namun Kin No Taki ini cukup awet dan bertahan sampai sekarang.
Lokasi Kin No Taki ini berada di lantai dasar Plaza Semanggi yang tepat di samping pintu keluar yang menuju ke kantin Plaza Semangginya.

Dahulu yang pertama kali membuat saya masuk ke Kin No Taki ini adalah display makanan yang terpajang di depan dan terlihat begitu sedap dan enak. Kemudian dengan sebuah televisi yang memutar DVD akan Kin No Taki dengan alunan lagu Utada hikaru juga membuat orang tertarik untuk masuk ke tempat ini.
Ketika saya masuk, terlihat sebuah pohon natal mungil yang diletakkan di atas lemari kayu. Jika kita perhatikan, ruangan Kin No Taki yang menggunakan unsuk kayu ini dipenuhi dengan pernak-pernik dan lampu-lampu yang membuat suasananya menyerupai dengan suasana restoran di jepang sana.

Di beberapa sisi dari Kin No Taki ini menggunakan kaca sebagai dekorasinya dan terdapat sebuah dinding yang penuh akan gambar dan diterangi dengan lampu. 

Secara garis besar, Kin No Taki terbagi atas dua buah area. area pertama adalah area dimana terdapat meja dan kursi, sedangkan area satunya berada di bagian kiri dalam yang menggunakan tatami. Sehingga, kita harus melepas alas kaki lalu meletakkan ke lemari yang sudah disediakan.

Biasanya tatami di Jepang adalah sebuah meja pendek yang terbuat dari kayu yang tidak disertai kursi. Oleh karena itu disediakan bantal untuk kita duduk. Namun, berhubung kebudayaan duduk seperti itu hanya ada di kebudayaan Jepang dan jika orang Indonesia duduk seperti itu, banyaknya mereka akan merasakan kesemutan. Makanya tatami di Kin No Taki dan beberapa restoran Jepang di indonesia memberikan lubang di bagian bawahnya supaya kita bisa duduk dengan nyaman.
Pada setiap meja, diletakkan beberap peralatan makan. Kemudian terdapat tempat tungku yang ditutupi oleh sepotong kayu bundar yag telah di berikan lobang berupa logo dari Kin No Taki ini.

keunikan lain dari Kin No Taki ini mereka menyediakan tombol untuk memanggil pramusaji smile.
Untuk menu, buku menu Kin No Taki berupa lembaran-lembaran menu yang dijilid dalam sebuah map besar. Menu tersebut bisa dikatakan sangat meriah, karena tulisan, foto dan warnanya terlihat begitu cerah.

Selain itu juga pada setiap meja diletakkan menu pilihan dan menu yang bisa dikatakan direkomendasikan oleh Kin No Taki.

Karena saya sudah megetahui menu yang akan saya pilih, saya memanggil pramusaji dan menyebutkan pesanan saya.
Ocha dingin di Kin No Taki ini bisa refill sesuka hati kita, jadi untuk menghilangkan rasa haus dan lelah, saya memesan ocha dingin ini. Jika kita berniat menambah ocha dingin ini, kita tinggal memanggil pramusaji, maka merekapun akan segera mengisinya kembali.
Ishiyaki Bibimba ini adalah salah satu pesanan yang saya paling gemari di Kin No Taki ini. terdiri dari nasi yang ditumpuk dengan sayuran, dagingdan telor yang dihidangkan di atas batu panas. Kemudian untuk menikmati makanan ini, setelah dituang dengan bumbunya, kita harus mengaduknya sampai merata

Rasanya gurih dan nikmat. setiap bumbu, sayuran daging dan nasi tercampur menghasilkan rasa yang lezat dan gurih. Kadang, karena batu yang disajikan itu panas, maka nasi menjadi ada keraknya. dan kerak itulah yang saya paling sukai. kerena bumbu begitu meresap, nasi menjadi lebih garing dan ada sedikit rasa gosongnya. Makanan ini tetap menjadi makanan kegemaranku di Kin No Taki ini.

Biasanya setiap kali Ishiyaki bibimba ini dihidangkan, sang pramusaji menanyakan apakah akan diadukkan atau tidak. Sayang sekali ketika saya kemari, sang pramusaji hanya meletakkan di atas meja, menuang bumbunya kemudian pergi meninggalkan meja saya begitu saja. Oleh karena itu seusai menikmati makanan ini saya memanggil karyawannya untuk menjelaskannya dengan baik-baik.

Saya mengatakan bahwa saya cukup kecewa dengan penurunan kualitas dari pelayanan Kin No Taki ini. Saya mengetahui, bahwa sewaktu kita meminta untuk diadukkan, sang pramusaji akan menceritakan secara singkat apa maksud yang terkandung di dalam masakan itu dan ada semacam "doa atau harapan" yang hendak diberikan pada penikmat makanan itu. Sedangkan pramusaji yang menyajikannya hanya menuang bumbunya kemudian pergi meninggalkannya, tanpa memberitahu itu harus diaduk dan ditunggu beberapa lama terlebih dahulu supaya semuanya matang.

Beliau sempat beralasan bahwa saat itu mereka sedang sibuk, tetapi saya menjelaskan bahwa itu bukanlah sebuah alasan (padahal hanya 3 meja yang sedang terisi waktu itu). Walaupun sedang ramai-ramainya, ada sebuah tugas seorang pramusaji untuk menawarkan untuk diaduk atau minimal memberitahu bahwa makanan ini harus diaduk dan dibiarkan beberapa lama sebelum dinikmati.

Saya hanya berpesan agar lain kali tidak terulang kesalahan yang seperti ini, karena menyangkut nama besar dari Kin No Taki.
Jika martabak adalah Pizza-nya Indonesia (bener gak yah) maka Okonomiyaki inilah Pizza dari Jepang lol

Okonomiyaki ini cukup gurih dang mengenyangkan. satu porsinya diletakkan di sebuah piring bundar dan yang terlihat hanyalah parutan daging ikan asap dan seperti mayonaisse di atasnya. Ternyata saos dari okonomiyaki ini sangat lezat dan cocok di lidah saya, sepertinya saya menemukan makanan baru yang bisa menjadi favorit di Kin No Taki ini.

Sekian review saya dari Kin No Taki di Plaza Semanggi. 

Sukses selalu

You Might Also Like

0 Comment: