De Hooi

De Hooi - Pondok Indah Plaza 2

1/27/2012 Soya Yanagawa 0 Comments

Suatu ketika, saya mengajak mantan bosku beberapa tahun lalu untuk bertemu, minum bir dan mengobrol. karena ada bir dalam agenda kita, maka saya mengusulkan untuk bertemu di Cafe De Hooi di Plaza 2 Pondok Indah. Selain dekat dengan kantorku, rumah dari mantan bos saya itu berada di daerah Pondok Indah itu sendiri, jadi cukup menyenangkan kalau kita bisa bertemu di Cafe De Hooi.

memang, kita berjanji untuk bertemu sekitar jam 6.30 malam, namun karena dekat dan saya sudah bebas dari pekerjaan kantor, saya datang ke tempat itu pukul 6.00
Cafe De Hooi ini berada di sudut daerah Pondok Indah Plaza 2. Letaknya benar-benar di pojok daerah plasa 2 itu yang bersebelahan dengan Gedung Citibank. Sebuah cafe yang terdiri dari 2 lantai ini, biasanya sangat ramai pada akhir pekan dan ketika waktu sudah mulai malam. Jadi beruntung saya datang kemari ketika masih sepi dengan pengunjung.

Saya datang ke tempat ini ketika langit masih sedikit terang, jadinya lampu di bagian depan Cafe De Hooi belum di nyalakan, tetapi berhubung saya kemari masih dalam suasana Natal, maka masih terlihat lampu-lampu hias yang mengarahkan kita ke pintu masuknya.
Begitu saya masuk, saya langsung melihat suasana di Cafe De Hooi ini. Dekorasinya cukup menarik, di setiap dinding dipenuhi dengan bingkai-bingkai foto yang berisi poster-porter lama namun menarik. Sebuah pohon natal yang dihiasi lampu berwarna biru berdiri memeojok di salah satu ruangan Cafe De Hooi ini. Jika kita perhatikan, sebenarnya biasanya Cafe De Hooi mengadakan live band atau musik demi memanjakan pengunjungnya. 

Walau saya pergi ke sana setelah jam kantor, ternyata sudah terdapat pengunjung yang singgah di tempat itu. Pada bagian sofa-sofa terdapat muda-mudi yang bersantai dan bercengkrama seusai bekerja, sedangkan di bagian bar terlihat beberapa ekspatriat yang duduk, menikmati bir dan berbincang-bincang dengan temannya. Timbul sebuah senyum simpul di bibirku, ternyata pada bagian dalam, suasana seperti cafe dan bar sangat terasa. 

Ditemani dengan lagu-lagu audiophile (mungkin belum waktunya untuk lagu yang mempunyai beat cukup cepat) membuat saya bisa menikmati dan merasakan suasana yang nyaman dan menyenangkan.

Tak lama setelah saya duduk, seorang pramusaji datang memberikan saya buku menu.
Buku menunya cukup sederhana, berupa lembaran-lembaran kertas yang dilaminating kemudian dijilit dengan ring yang kemudian dipakai sampul berbahan kulit. Untuk bagian menu-menunya, mereka hanya memberikan tulisan dan penjelasan singkat, tanpa disertai foto-foto.

Cafe De Hooi memberikan berbagai macam makanan dari menu pembuka, main course, dessert dan snack. Selain itu, mereka juga menyediakan berbagai macam minuman berakohol. Setelah melihat-lihat dan memilih-milih, maka saya memutuskan untuk makan terlebih dahulu selagi menunggu teman saya datang.
Minuman saya datang lebih dahulu, saya memesan Heineken draft.

Perlu diketahui, untuk bir, kadang kala cafe, bar dan restoran menyediakan bir dengan kaleng, botol atau draught. Saya lebih menyukai bir yang berasal dari draught, karena biasanya bir tersebut ketika disajikan lebih dingin dibandingkan dengan botol dan kaleng. Jadi ketika meminumnya, akan terasa lebih enak dan segar.
Ketika sedang menunggu makanan saya datang, saya melihat ada sesuatu yang menarik di bawah lilin minyak. Yakni sebuah buletin yang dibuat oleh Cafe De Hooi mengenai acra, berita, cerita dan lain sebagainya. Terlihat jika ada karyawan baru, mereka akan dimasukkan ke dalam buletin tersebut. Selain mengulas acara-acara yang dilaksanakan di Cafe De Hooi ini, terlihat bahwa dengan adanya buletin ini, Cafe De Hooi ingin menjalin lebih erat antara Cafe De Hooi, karyawan dan pengunjung. Sebuah ide yang cukup menarik dan sangat menyenangkan.

Setelah membulak-balik buletin tersebut, makanan saya datang.
PORK CHOP
Cukup terkejut ketika melihat makanan itu datang. DUA buah steik yang cukup besar diletakkan di atas piring besar yang ditambah dengan mashed potato dan sayuran segar di samping steak tersebut. Kemudian diberikan ula sebuah mangkuk cantik sebagai tempat dressing-nya.

Perlu diketahui, untuk dressing mereka menyediakan 2 buah macam dressing. Yakni Black Pepper dan Barbeque Sauce. Pada saat ini saya memesan dengan menggunakan saus black pepper.

rasa dari mashed potato nya cukup enak. begitu lembut dan gurih. begitu dimasukkan ke dalam mulut, kentang yang sudah dihancurkan itu menyebar ke rongga mulut. Sayur-sayur di sampingnya juga segar. Sangking segarnya wortelnya terasa menjadi manis.

Steak nya sangatlah memuaskan! Biasanya mereka memberikan satu potong daging, tetapi di Cafe De Hooi mereka memberikan 2 slice! Uniknya lagi, daging tersebut tidak keras dan alot, melainkan lembut dan mudah sekali dipotong dan dikunyah. ditambah dengan dressingnya saus black pepper memberikan kegurihan dan pedas merica yang membuat makanan ini menjadi LEZAT!

Akhirnya tanpa basa basi saya menikmati makan malam saya sendirian. 

Sambil menikmati bir yang dingin dengan perut yang kenyang, sepertinya jika teman saya lama di jalanpun saya tidak akan bosan, karena suasana ditempat ini membuat saya nyaman dan bahagia smile

Sekian review saya dari Cafe De Hooi di Pondok Indah Plaza 2.

Salam

You Might Also Like

0 Comment: