Coffee club

Coffee Club - Pacific Place

2/01/2012 Soya Yanagawa 1 Comments

Suatu ketika, disaat semua orang sudah memulai bekerja, kantor saya masih mengadaan cuti bersama. Oleh karena itu, ketika teman yang bekerja di daerah SCBD ini setuju saja ketika diajak bertemu di daerah Pacific Place ini.

Berhubung kami bertemu dalam rangka mereview hasil kerja sama kami, maka saya merasa Coffee Club adalah tempat yang cocok untuk kita bertemu dan berbincang-bincang.

Seperti biasa, saya datang lebih awal dari waktu yang dijanjikan. Coffee Club yang berada di lantai 3 Pacific Place ini cukup luas dan meriah. Terbagi dari 2 area tempat duduk yakni di bagian depan atau jalan, dan di bagian dalam ruangan. Bagi anda yang tidak menyukai asap rokok, anda bisa memilih tempat di bagian depan. Karena udara yang tercium tidak berbau rokok. Sedangkan untuk anda yang perokok, anda bisa memilih tempat di bagian dalam.

Dengan nuansa coklat sebagai dekorasi dari Coffee Club membuat rasa kenyamanan dan ketenangan bagi pengunjungnya. Pencahayaan yang menarik dan terang membuat cafe ini menjadi salah satu tempat favorit bagi orang yang ingin berkumpul dan bercengkrama bahan untuk mengadakan pertemuan bisnis.

Coffee Club menambahkan pohon-pohon plastik di dekorasinya. Membuat suasana semakin teduh, walau hanya berupa pohon replika. Meja dan kursi yang berada di bagian dekat dengan dinding menggunakan kursi yang berupa sofa, sedangkan pada meja dan kursi yang tersebar di tengah-tengah ruangan menggunakan kursi yang terbuat dari kayu dan logam.

Begitu saya duduk di meja pilihan saya, serang pramusaji segera datang dan memberikan saya buku menu dari Coffee Club ini. Buku menu Coffee Club berupa sebuah buklet yang cukup menarik. Dengan ilustrasi yang dinamis di bagian cover dan foto-foto cantik menghiasi bagian dalamnya.

Karena saya baru sendirian, saya memilih meja dan kursi yang agak memojok. Karena terkesan lebih prifat dan nyaman.

Pada setiap meja dari Coffee Club ini pada awalnya hanya terdapat beberapa papan aklirik mengenai promosi Coffee Club dan satu buah wadah tempat gula. 

Setelah memesan, barulah pramusaji menyediakan peralatan makan dan saus, sambal dan cabai.

Yang pertama kali datang adalah bir-ku. Memang, udara di tempat ini cukup dingin, karena saya memesan makanan, sepertinya kopi kurang cocok untuk menemaniku. Makanya saya memesan bir sebagai peneman minum saya.

Pasta yang saya pilih adalah pasta yang berwarna hijau karena menggunakan bayam sebagai bahan dasarnya. Sepotong fillet ikan salmon yang di panggang diletakkan di bagian atasnya. 

Rasa dari bumbunya yang berwarna hijau itu jukup lezat dan segar. dengan sedikit rasa pedas dan rasa yang gurih memberikan kesegaran ketika memakannya. Salmon yang diberikan juga cukup besar dan enak. Sepertinya pasta ini menjadi pasta kegemaranku di Coffee Club ini.

Sewaktu saya sudah menyelesaikan makanan saya dan masih menunggu teman saya datang, atasan saya memberikan tugas yang cukup mendadak. Tugas itu mengirimkan dan mencaritahu tentang sebuah event. Oleh karena itu saya membutuhkan fasilitas internet.

Sayang sekali Coffee Club tidak memberikan jalur internet secara gratis. Untuk menggunakannya, kita harus membeli voucher agar bisa menggunakan vasilitas internetnya. Akhirnya saya tidak menggunakan notebook saya melainkan menggunakan fasilitas di telepon genggam saya.

Tak lama kemudian, teman saya datang. Beliau memesan sebuah minuman yang cantik, namun saya tidak mengetahui nama dan rasanya (maaf)

Untuk cemilan kami memesan jamur goreng yang cukup lezat. Garing di luar dan lembut di dalam. Pada waktu kita menggigitnya akan ada "juice" yang keluar dari jamur itu. Rasa jamur yang khas dan disajikan dalam baluran tepung kemudian di goreng ini menjadikan snack ini terasa sangat spesial dan menyenangkan. Ditambah dengan mayonaise yang terletak di pinggiran piringnya melengkapi kemeriahan ketika menyantapnya. 

Kesimpulannya, makanan danminuman yang disajikan di Coffee Club ini cukup lezat, ditambah dengan suasana yang nyaman memberikan perasaan yang menyenangkan.Hanya sayang mereka tidak memberikan wifi secara gratis bagi pengunjungnya. Jika mereka menyediakan fasilitas seperti itu, pasti akan melengkapi kenyamanan kita dalam menikmati suasana di tempat ini. Sepertinya sekian review saya dari Coffee Club di Pacific Place Jakarta.

Salam

You Might Also Like

1 comment:

  1. Pelayan pria TIDAK ADA SOPAN SANTUN
    Sabtu kemarin saya makan sama teman di Coffee Club PP, duduk diluar. Saya ingin menyampaikan keluhan kepada salah satu pelayan pria yang bekerja di coffee club pp.

    Sy pesen aqua sama dia, mukanya datar ga ada senyum, ga ramah sama sekali, dia dengan sangat kasar mengatakan tidak ada aqua, disini adanya equil. Sy sangat ga suka cara ngomong dia dan cara dia menghadapi customer, knp ga bisa ngomong baik2, malah akting SARKASTIK, ga ad senyum, SINIS terhadap customer. Tingkah lakunya kaya seluruh dunia utang dia sesuatu. Kalo ada masalah personal di rumah tolong JANGAN dibawa ke tempat kerja. Sangat TIDAK PROFESSIONAL ini org.

    Ga lama setelah itu dia sengaja jalan ke arah toko electronics Samsung, lalu jalan balik ke Coffee Club, sambil PELOTOTIN aku. Sy lihat mata dia pelototin ke mata sy sampai dia lewatin sy. Apa maksud dia pelototin sy ? kurang ajar tuh orang, tidak tahu bahwa itu sangat tidak sopan untuk melihat customer seperti itu?

    Ini coffee club sebaiknya tingkatkan service yg baik terhadap customer, semua waiter di training untuk memperlakukan customer dengan ramah dan sopan santun!

    encountered an AWFULLY RUDE waiter @coffeeclubID Pacific Place Jakarta. STARING EXCESSIVELY AT CUSTOMERS & NO SMILE ON FACE, aka BLACK FACE

    ReplyDelete