Bakmi GM

Bakmi GM - Sarinah

1/16/2012 Soya Yanagawa 0 Comments

Kami meeting di daerah sekitaran MONAS dari setelah jam makan siang sampai sore menjelang malam. Pada hari itu sore hari hujan cukup deras. Karena sehabis meeting dan cuaca yang dingin membuat kami hendak mengisi perut kami sebelum balik ke rumah masing-masing.

Karena bos saya sedang ingin makan Bakmie Gajah Mada, alhasil melajulah kami ke Bakmie Gajah Mada yang berada di belakang Sarinah.

Bakmie Gajah Mada di Sarinah ini berada di lantai atas, oleh karena itu untuk sampai di situ kita bisa menggunakan lift yang berada di sebelah kanan pintu masuk gedungnya.

Setelah pintu lift terbuka, kita lagsung disapa dengan pramusaji Bakmie Gajah Mada yang sudah stand by di sana. Seteleh menanyakan untuk berapa orang, beliau segera mengantar kami ke meja tersebut.
Beruntung kita mendapatkan meja dekat dengan jendela yang menghadap keluar. Sehingga, kita bisa meihat situasi di luar, apakah masih hujan atau sudah tidak.

Kemudian pramusaji tersebut memberikan kita daftar menunya.
Kita tinggal mengisi jumlah pesanan kita di kolom kosong di sebelah kiri nama makanan dan minumannya. Kemudian, setelah selesai memilih, maka kita memanggil pramusaji tersebut untuk menghitung dan membayar jumlah harga makanan tersebut.
Suasana di Bakmie Gajah Mada ini bisa dibilang agak sepi dengan hari biasanya. Mungkin karena kita datang sudah sekitar jam 7an, atau juga mungkin karena hari sedng hujan. Biasanya pada hari biasa, terdapat banyak sekali pengunjung yang singgah ke Bakmie Gajah Mada ini untuk menunggu macet dan melepas lelah.

Sebenarnya dekorasi dari Bakmie Gajah Mada ini bisa dikatakan “bersih”. Bukan berarti bersih tidak ada apa-apa, tetapi perasaan pertama ketika singgah di tempat ini adalah kebersihannya. Meja yang dipakai oleh Bakmie Gajah Mada meja sederhana yang dilapisi dengan materi motif kayu yang berwarna cerah, ditambah dengan kursi plastik berwarna putih dank rem muda membuat suasana Bakmie Gajah Mada terlihat lebih bersih.
Pada setiap meja, diletakkan dua buah tube yang berisi saus sambal dan cabe merah. Namun, Tak berapa lama setelah pramusaji tersebut pergi, datanglah pramusaji lainnya meletakkan peralatan makan sesuai dengan jenis makanan yang kita pesan, didalam sebuah piring plastik yang berwarna kuning bersama dengan beberapa helai tissue.

Akhirnya pesanan kami datang.
Pangsit goreng
Berhubung Pangsit goreng bisa dikatakan sebagai menu cemilan, maka makanan inilah yang pertama kali datang. 

Beberapa buah pangsit goreng, diletakkan di atas piring kotak, ditambah dengan sebuah mangkok kecil yang berisi saus dari pangsit goreng tersebut. Pangsit goreng ini pasti akan selalu dipesan ketika kami makan di Bakmie Gajah Mada. Lulitnya yang garing, isinya yang gurih dan sausnya yang asam membuat pangsit goreng ini sangat pas untuk kategori makanan pembuka.
Bakmi Ayam
Mi Ayam pesananku datang. Bakmi ayam di Bakmie Gajah Mada ini disajikan dalam mangkok besar yang berisi mie, sayuran dan ayam. Ditemani dengan sebuah mangkok kecil yang berisi kuah kaldunya.

Memang, kuah kaldunya jika kita icipi terasa hambar. Tetapi, biasanya kuah di mie ayam itu hanya sebagai penambah agar mie nya tidak terlalu kering. Jadi, jika kuah itu di tuang ke mie nya, akan terasa gurih, karena bumbu yang sudah teracik di mangkok mie nya. 

Keunikan dari Bakmie Gajah Mada terdapat di bakmi yang digunakan. Karena, mie nya itu halus, tipis, dan kekenyalannya sangat pas. Begitu kita gigit, minya menyebar dan enak untuk dikunyah. Ditambah dengan bumbu Bakmie Gajah Madayang gurih dan lezat, semakin memberikan ke khasan yang sulit dibandingkan dengan mie-mie yang lainnya.
Untuk minuman, saya memesan es teh tawar dan bos saya memesan jus jeruk. untuk es teh tawarnya seperti biasa, itu adalah minuman kegemaranku kalau makan. Sedangkan es jeruknya sepertinya menyegarkan, karena bos saya menambah 2 kali smile 

Untuk makanan bos saya, saya tidak sempat memfotonya, karena beliau sepertinya sudah lapar dan haus.... karena meeting tadi, beliau yang presentasi dan banyak menjelaskan lol

Sekian review saya dari Bakmie Gajah Mada di Sarinah.

Salam

You Might Also Like

0 Comment: