Bakmi Ayam 57

Bakmi Ayam 57 - Muara Karang

2/01/2012 Soya Yanagawa 0 Comments



Jika anda tinggal di daerah pluit dan sekitarnya, mungkin anda sudah mengetahui akan adanya sebuah Sekolah Kristen BPK Penabur. Baru tahun lalu, gedung sekolah ini dirombak dan dibuat menjadi lebih bagus. Namun, ada sesuatu yang tidak berudah di bagian depan dari sekolahan itu.

Semenjak saya sekolah di tempat itu, Bakmi Ayam 57 ini sudah berada di depan sekolahan ini. Bahkan, Bakmi Ayam 57 ini sudah ada lebih dari 20 tahun lamanya. 

Memang dahulu Bakmi Ayam 57 ini hanya menyediakan mie ayam. Variasi menunya dahulu hanyalah dalam penggunaan mie-nya saja, ada mie biasa, mie besar dan kuetiau. Kemudian kita bisa memintanya untuk menjadikannya yamin, yakni dengan menambahkan kecap manis pada mienya sehingga terasa lebih manis.

Tapi sekarang, mereka menyediakan berbagai macam mie, dari mie ayam biasa, mie ayam babat, mie kangkung, mie hijau dan lain sebagainya. Tetapi tidak hanya variasi menu yang bertambah, tetapi stand dari Bakmi Ayam 57 ini sudah berada di beberapa sekolahan lainnya, dan mereka juga buka di Food Plaza - Pantai Indah Kapuk.

Posisi dari Bakmi Ayam 57 ini juga tidak pernah berubah. Hanya saja, meja dan kursi sudah berubah penyusunannya. Kini meja terbagi atas dua meja panjang yang letaknya saling berpunggungan. Kemudian gerobak untuk memasak mie nya berada di ujung.

Sewaktu saya memesan, sang pembuat mie dengan lincah langsung memasukkan mie dan sayuran ke dalam sebuah panci besar yang terbagi dua. Satu tempat untuk memasak mie, dan satu untuk memasak kaldu. Bahan yang digunakan, cara memasaknya, dan cara mengaduk mie yang sudah jadi itu masih sama dengan yang terdahulu. Jujur saya masih terkesima dengan hal ini. 

Karena saya memesan 2 bungkus untuk saya bawa ke rumah, sang pembuat mie tersebut dengan cekatan memasukan mie yang sudah jadi itu ke dalam sebuah kertas coklat dan kemudian mengikatnya dengan karet. Setelah itu beliau memasukan mie tersebut ke dalam sebuah plastik bersama dengan cabe, dan kuah yang sudah dimasukkan ke dalam plastik juga.

Setelah sampai di rumah, tanpa langsung memindahkannya ke mangkuk, saya langsung memakan mie itu dengan lahap. Rasanya masih sama dengan yang terdahulu. Lezat dan penuh dengan kenangan. Sebuah mie yang telah berdiri lebih dari 20 tahun lamanya, dan mempunyai rasa yang tidak berubah.

Sebuah kenangan yang tidak akan terlupakan dari sebuah mangkok mie yang dibuat dari gerobak Bakmi Ayam 57.

Sekian review saya dan….

Salam.

You Might Also Like

0 Comment: