Solaria

Solaria - Carrefour Lebak Bulus

1/27/2012 Soya Yanagawa 0 Comments

Minggu lalu saya bersama teman-teman kantor menyempatkan diri untuk makan siang di daerah Carrefour Lebak Bulus. memang, berbagai restoran dan tempat makan terdapat di daerah kawasan carrefour lebak bulus ini. Tetapi, semenjak dari kantor kami sudah merencanakan untuk makan di Solaria.
Letak dari Solaria di gedung carrefour ini berada di dekat dengan atm. Solaria ini mempunyai dekorasi yang cukup unik. untuk tempat makannya yang berada di bagian lluar gedung itu diperuntukkan untuk orang yang merokok. tetapi, kursi yang digunakan untuk bagian luar cukup cantik dan nyaman.
Sedangkan di bagian dalamnya, diberi dekorasi yang cukup cantik. Pada salah satu sisi dinding, diberikan motif yang berbentuk susunan batu bata yang beraneka warna. Warna-warna yang dipakai adalah warna-warna tanah yang membuat dinding itu menjadi lebih cantik. Kemudian pada salah satu bagiannya menggunakan cermin yang besar, sehingga memberikan efek salah satu sudut Solaria itu menjadi terlihat sangat luas. 

Pada saat itu memang waktunya kita makan siang. Solaria ini penuh sekali. Beruntung kami masih mendapatkan tempat duduk. Setelah menduduki tempat itu, saya langsung melihat langit-langitnya. Pada Suatu sudut ruangan di langit-langitnya diberikan aksen warna coklat berupa garis lururs, tetapi pada bagian tengah dari Solaria ini langit-langitnya begitu cantik. Mereka menggunakan motif seperti daun dan dipercantik dengan lampu-lampu yang menarik.

Pada setiap meja di Solaria seperti biasa dilengkapi dengan 2 buah botol berisi saus tomat dan saus sambal. Begitu kita duduk, seorang pramusaji langsung memberikan kita kertas menunya dan meninggalkan kita untuk memilih-milih makanan.
Setelah dipanggil kembali, mereka akan segera megulang pesanan dan menghitung langsung supaya kita bisa membayar. Setelah memberikan uang kita pada kasir, pramusaji tersebut akan datang kembali memberikan kembalian (jika ada) dan meletakkan sebuah kertas yang berisikan pesanan-pesanan kita. kertas itu akan dicoret ketika pesanan kita datang. Sehingga, mereka bisa melihat makanan apa atau minuman apa yang masih kurang dan belum tersedia di meja kita.
Tak berapa lama minuman kita datang. Memang, sebenarnya Solaria menyediakan berbagai macam minuman seperti jus, softdrink dan minuman lainnya. Tetapi karena sudah terbiasa dan memang menjadi favorit saya, es teh tawarlah yang menjadi pilihan saya. Kemudian diikuti oleh teman-teman saya yang memesan es teh tawar juga dan teh tawar hangat.

Minuman di Solaria disajikan di dalam gelas beling yang bening dan diberikan sedotan yang berwarna merah muda terang. Sehingga, jika kita melihat sedotan itu, kita akan tahu bahwa minuman itu Solaria punya.

Menu makanan datang tidak terlalu lama setelah minuman itu datang. Sepertinya Solaria sudah mulai meningkatkan kualitas pelayanannya dengan tidak membuat pengunjung menunggu terlalu lama.
Nasi Goreng Kepiting milik saya berupa nasi yang digoreng bersamaan dengan bumbu dan telor, sayuran dan lainnya. Keunikan yang membuat saya menyukai menu ini adalah di bagian atas dari nasi goreng itu dituang dengan daging kepiting yang banyak sekali. Pada bagian samping dari nasi goreng itu diletakkan acar yang segar-segar berupa potongan timun dan wortel (jika anda beruntung anda akan mendapatkan cabe rawit lol)

Rasa dari nasi goreng kepiting Solaria cukup enak dan menyenangkan. memang sih, ketika itu nasi gorengnya agak terasa "gosong" tapi aku memang menyukai rasa nasi yang agak gosong lol ditambah dengan kepiting yang lezat, membuat makan siang itu menjadi puas dan mengenyangkan.
Teman saya memesan Nasi Goreng Seafood. saya tidak begitu memperhatikan makanannya, karena sudah terlalu sibuk menikmati makananku sendiri. Tetapi sepertinya beliau agak terpesona dan iri melihat makananku lol

Sepertinya sekian review saya dari Solaria di Carrefour Lebak Bulus ini.

Salam

0 Comment:

Starbucks

Starbucks - Graha Niaga Sudirman

1/27/2012 Soya Yanagawa 0 Comments

Berhubung saya dan teman kerja saya diundang oleh salah satu konsultan properti untuk mengikuti presentasi perkembangan jakarta pada quartal ke-3 tahun 2011 kemarin, alhasil saya datang ke tempat ini lebih awal dari jam dimulainya acara.

Karena saya sendirian, alhasil, saya berniat untuk naik ke atas bersama dengan teman kerjaku. Selagi menunggu, alangkah baiknya saya bersantai dengan ditemani secangkir kopi hangat.

Beruntunglah di Graha Niaga - Jend. Sudirman ini tersedia sebuah coffee shop yang sudah tidak asing lagi. Coffee shop itu adalah Starbucks
Starbucks ini berada di lantai dasar tepat di sebelah lobby. Beruntung pula langit-langit lobi dari Graha Niaga ini sangat tinggi, sehingga memberikan imaji yang sangat "wah" dan elegan.

Memang, Graha Niaga adalah sebuah gedung perkantoran, jadi pengunjung yang datang ke stand Starbucks ini adalah orang-orang berdasi dan berpakaian rapih yang sedang bersantai, mengerjakan pekerjaan atau bahkan mengadakan meeting pagi di bawah.

Seperti biasanya ketika kita mendapatkan giliran untuk memesan minuman, sang kasir pun tersenyum dan menyapa kita. Setelah kita memesan pesanan kita, kita tinggal menuju ke tempat untuk mengambil makanan/minuman.
Walaupun hanya kios, tetapi Starbucks tetapi mempunyai standarisasi. Kursi dan meja yang dipakai mirip dengan Starbucks yang lain. Karena berada di dalam lobby dari sebuah gedung perkantoran, Starbucks di Graha Niaga ini minim dengan dekorasi. Tetapi untuk memberikan suasana yang teduh dan nyaman, Starbucks menambahkan pot-pot berisi pohon palem.
Peneman saya sembari menunggu kedatangan teman saya adalah coffee of the day. Coffee of the day ini adalah minuman yang menggunakan biji kopi yang sudah di bakar dan di grind, kemudian di seduh dan siap untuk dihidangkan. keunikan dari coffe of the day ini adalah kita bisa mencoba berbagai macam racikan kopi dari Starbucks yang berbeda setiap minggunya.

Beruntung Starbucks di Graha Niaga ini mempunyai coffee dip-nya. Karena, biasanya untuk stand Starbucks tertentu (biasanya yang kecil) mereka tidak menyediakan alatnya. Sehingga di beberapa tempat tidak tersedia minuman coffee of the day-nya.

Kopi yang saya pesan, saya memintanya untuk menggunakan cangkir. Selain cara memegangnya yang lebih kokoh, cara meminumnya yang lebih mudah dan bisa mencium wanginya dengan mudah, mug seperti ini juga bisa membuat kopi menjadi lebih nikmat. Untuk menilai kenikmatak kopi ini ada berbagai poin. Poin-poin tersebut adalah "aroma", "kekentalan", "keasaman". Poin-poin tersebut diberi nilai sesuai dengan selera masing-masing. 

Berhubung coffee of the day dari Starbucks ini menggunakan mesin coffee dip, jadinya untuk kekentalannya bisa dikatakan sedikit encer. Namun, rasa dan wanginya masih bisa kita nikmati dengan seksama.

Sepertinya sekian review dari saya dari Starbucks Graha Niaga di Jl. Jendral Sudirman.

Salam

0 Comment:

Ramen 38

Ramen 38 - Citos

1/27/2012 Soya Yanagawa 0 Comments

Suatu hari, saya bersama teman kantor pergi untuk makan siang di Cilandak Town Square (Citos). Karena dari awal kami sedang ingin makan ramen, tetapi halal (bossku muslim) jadi kita pergilah ke Ramen 38 di Citos
Diantara Ramen 38 yang ada, untuk di Citos mereka tidak menggunakan daging babi. Jadi, bagi yang muslim, jangan takut untuk singgah ke tempat ini. 

Seperti biasa, Ramen 38 di Citos ini sangat ramai. Ketika kami sampai ke tempat ini, kami harus menunggu sebentar karena tempat ini ramai akan pengunjung. beruntuk kami hanya menunggu sekitar 5 menitan, kami segera dipanggil dan diarahkan ke meja kami.
Seperti Ramen 38 di mana-mana, mereka menggunakan warna merah sebagai warna yang dominan dalam dekorasinya. Digabung dengan unsur kayu untuk dinding-dindingnya yang juga dipasang foto-foto makanannya, membuat tempat yang mungil itu menjadi cukup meriah dan menyenangkan.

Meja dan kursi diatur rapih menjadi dua bagian. keduanya dipisahkan dengan jalan di tengahnya. Walaupun ramai dengan pengunjung, para pramusaji juga tidak kalah cekatan dalam menerima orderan, membawakan makanannya, melakukan proses bayar membayar dan membersihkan mejanya ketika pengunjung sudah selesai bersantap di sini.
Meja di Ramen 38 ini sudah disiapkan berbagai alat tempur untuk makan. Ada kumpulan sumpit kayu yang diletakkan di sebuah wadah, kemudian ada cabai kering, wijen putih dan bawang putih yang sudah dihaluskan. Tidak upa tissu, karena makanan ramen disajikan panas-panas dan ada beberapa yang pedas.
Ketika kami duduk di tempat yang tersedia, kami segera diberikan oleh pramusaji sebuah menu. Memang, sewaktu saya melihatnya, menu-menu yang menggunakan babi dihilangkan dan hanya tersedia untuk daging ayam.

Yang menarik perhatian saya adalah adanya menu baru di Ramen 38. Menu baru tersebut adalah aka ramen, shiro ramen, dan kuro ramen. Menu ramen tersebut diberi nama berdasarkan warna, aka untuk merah, shiro untuk putih, kuro untuk hitam. berikut review dari makanan kami:
Kuro Ramen, adalah ramen dengan kuah berwarna hitam. Pada awalnya, saya mengira bahwa warna hitam yang disajikan adalah warna dari tinta cumi. Tetapi, warna hitam dari kuahnya itu berasal dari gorengan bawang putih yang dihancurkan sampai berwarna hitam, baru ditambah dengan kuahnya. Sehingga rasa dari kuro ramen itu lebih berasa sebagai bawang. Cukup gurih dan lezat. bagi anda yang menyukai bawang putih, saya menyarankan untuk mencoba menu ini.

Kuro Ramen ini berisikan ramen yang dituang dengan kuah berwarna kehitaman, dilengkapi dengan beberapa daging, telur rebus, nori dan ditaruh potongan daun bawang dan wijen berwarna putih.
Sesuai dengan namanya, aka ramen berwarna merah ini menggunakan cabai sebagai bahan pewarnanya. Jadi bisa diketahui rasa pedas lebih terasa di ramen ini. Berhubung saya tidak menyukai pedas, maka saya menanyakan pada teman-temanku yang memesannya. Ternyata mereka sepakat bahwa rasa pedasnya masih kurang dibandingkan dengan jigoku ramen.

Untuk masalah isi, aka ramen mempunyai isi yang sama dengan kuro ramen. yang membedakan hanyalah kuah yang dipakai.
Jigoku Ramen ini adalah signature dish dari Ramen 38 ini. Ramen yang mempunyai 10 tingkat kepedasan ini paling digemari orang dan banyak dipesan. Rasanya yang pedas menyengat inilah yang membuat orang penyuka pedas merasa tertarik dan ingin mencoba tingkat kekuatan mereka. Kuahnya yang kental, bau cabe yang menusuk merupakan ciri khas dari ramen ini.
Kami memesan minuman yang standart, yakni ocha. Karena saya penyuka dingin, maka saya memesan ocha dingin. Sedangkan karena teman-teman saya merasa kurang fit, mereka memesan hot ocha sebagai minuman mereka.
Setelah kita menikmatai santapan kita, Ramen 38 selalu memberikan jelly secara gratis untuk para pengunjungnya. bermaksud untuk mendinginkan perut agar tudak terlalu panas karena telah makan yang pedas dan panas.

Tetapi saya cukup terkejut melihat warna jelly yang dikasih berwarna hijau. Biasanya Ramen 38 memberikan jelly yang berwarna pink... lol

Sepertinya sekian review saya dari Ramen 38 di Cilandak Townsquare ini.

Salam

0 Comment: