Ramen 38

RAMEN 38 - PACIFIC PLACE

9/22/2011 Soya Yanagawa 0 Comments

Tahukah kau bahwa Spaghetti berasal dari Cina? Sebenarnya, semua yang berbentuk mie itu sebenarnya berasal dari Cina. Tetapi melalui penyesuaian di setiap daerah, mie itu di kembangkan sehingga menjadi ciri khas daerah tersebut. Contohnya di Eropa, mie menjadi spaghetti dan di jepang, mie menjadi ramen.

Uniknya, di Jepang-pun setiap tempat atau daerahnya terkesan berlomba untuk membuat ramen "khas" daerah masing-masing. Dan akhirnya menu ramen sampai juga ke Indonesia. 

Pada saat ini Ramen yang lagi "trend" adalah Ramen 38atau dikenal dengan Ramen Sampachi. Karena ramen ini mempunyai menu unggulan mereka yang dinamakan "Jigoku Ramen" yang berarti Ramen (dari) Neraka.



Kebetulan saja Hari Jumat kemarin aku jalan-jalan bersama teman kuliner ke Pacific Place, dan kami sengaja menuju Ramen 38 untuk menu makan malam kami.




Tempat makan Ramen 38 ini cukup kecil, namun ksrena ramai pengunjung, mereka menyediakan meja-meja lebih di luar di bagian jalan. Saran saya, usahakan mendapat meja yang di dalam. Karena, bila kalian lihat ke atas akan terlihat lampion-lampion yang di atur sedemikian rupa menghiasi ruangannya. Ternyata setiap menu ramennya terdapat 2 macam porsi. Small dan Medium, dan kalian harus hati-hati. karena beberapa menu mengandung (maaf) Babi. Tetapi untuk beberapa menu juga bisa mengganti dagingnya menjadi daging ayam.

Untuk menu Jigoku Ramen, terdapat 10 level kepedasan. dan teman saya memilih Jigoku Ramen Level 2. ada juga menu yang baru (maaf saya lupa) dengan 5 level kepedasan, karena kami tidak ada yang memesan itu. 

Karena saya bukan penggemar pedas, saya memesan Tonkatsu Chashu Ramen, yang sama sekali tidak pedas..  kami juga memesan Gyoza untuk side dish, dan kakigori azuki untuk dessert

Berikut review dari kami.

Jigoku Ramen


Seperti namanya, ramen ini sangat ”panas”. Padahal baru level 2, dan saya begitu menyeruputnya sudah terasa sangat pedas. Rasanya gurih, kaldu di kuahnya begitu kental dan lezat. Dan rasa pedas itu yang membuat Ramen dari neraka ini menjadi khas dan memiliki daya tarik sendiri. (jigoku Ramen bisa iganti dari daging babi menjadi daging ayam) Bila anda mau, anda dapat memesan untuk memisahkan dagingnya dari ramennya. 

Tonkotsu chashiu Ramen


Sesuai dengan namanya, Tonkotsu ”tulang Babi” chashiu ”bakar” ramen. Memiliki kekentalan dan kegurihan yang sangat lezat. Mie-nya sama dengan semua menu ramen di sini. Uniknya, daging yang ada di atasnya besar-besar dan tebal. Cukup puas memakannya.

Gyoza


Gyoza pada umumnya menggunakan daging Babi. Tetapi karena di Indonesia, gyoza-nya dapat dipesan menggunakan daging ayam. Menurut saya, gyoza di ramen 38 ini kurang begitu enak. 1 bakarannya terasa tanggung (kurang cokelat), kemudian rasa daging dan bawang putihnya kurang terasa. Apalagi, kecap yang ada di meja makan, sepertinya hanyalah kecap asin biasa. Bukan soyu. Jadi, saya rasa untuk gyoza-nya kurang di rekomendasikan.

Kakigori Azuki


Begitu pramu saji membawanya, kami sibuk dengan memfotonya terlebih dahulu. Kemudian pramu saji tersebut datang kembali sambil membawa mangkok kosong dan sendok. Awalnya saya senang, mungkin beliau mengerti bahwa kita akan ”membagi” kakigori tersebut. Tetapi, sewaktu mau menyantapnya... saya baru tahu bahwa mangkok itu berfungsi untuk itu. Sulit sekali memakan es serut yang menjulang tinggi dengan wadah seperti itu. Alhasil, kakigori tersebut harus di tuang ke mangkok itu, dan baru kami santap. jadi bentuknya tidak selucu dan seindah itu lagi deh... 

Jelly


TERNYATA!!! Setiap pengunjung yang memesan ramen, akan diberikan Jelly untuk mencuci mulutnya. Jelly itu saya rasa cukup baik dihidangkan. Karena baik untuk ”pencernaan” sekaligus mendinginkan perut... 

Oh, saya juga menyertakan ”peralatan perang” yang tersedia di setiap meja. Jadi bagi anda yang ingin menambahkan wangi-wangian, terdapat wijen, minyak wijen, bawang putih. Bila anda ingin menambah rasa tersedia cabai, lada, kecap. Aku suka dengan wijen, jadinya setelah menyantap ¾ nya, aku menambahkan wijen dan bawang putih....  rasanya lezat... 

Saya hampir lupa.. Ramen 38 memasak kuahnya selama 2 hari. Jadi, kegurihan dari kaldunya sangat terasa. Saya rasa ini juga salah satu kelebihan dari Ramen 38

Overall, Ramen 38 patut di coba... 

You Might Also Like

0 Comment: